Imigongo, Kerajinan Khas Afrika yang Terbuat dari Kotoran Sapi

Pernahkah kamu membayangkan sebuah lukisan yang berasal dari kotoran sapi? Di sebuah negara bagian di Afrika Tengah terdapat lukisan yang berasal dari kotoran sapi, yang menjadi ciri khas dari negara ini.
Meski sempat hilang karena pembantaian genosida tahun 1994, para wanita di desa provinsi timur Rwanda berhasil mengangkat kembali kerajinan ini sebagai bagian dari budaya Rwanda.
Di awal abad ke-19, putra dari Kimenyi, Raja Gisaka yang bernama Kakira dan tinggal di Kibungo, Provinsi Timur, Rwanda, menemukan seni memanfaatkan kotoran sapi untuk menghiasi bagian dalam rumah, agar terlihat lebih menarik dan indah.

Imigongo namanya. Kerajinan dari Rwanda, Afrika Tengah ini terbuat dari kotoran sapi yang dilukis dan hasilnya diletakkan di papan kayu, tembok, tembikar maupun kanvas. Kerajinan Imigongo ini umumnya dikerjakan oleh para wanita yang tinggal di sebuah desa yang dekat dengan Akagara National Park.

Biasanya berbentuk geometris maupun spiral dengan warna hitam, putih, dan merah yang juga berasal dari bahan organik. Setiap pola diadaptasi dari alam dan memiliki makna yang berbeda, seperti gajah atau burung.

Bahan catnya berbeda tergantung warna yang dihasilkan, seperti warna merah yang digunakan untuk menghias lukisan ini dibuat dari tanah merah, warna putih berasal dari kaolin dan warna hitam dari getah tanaman lidah buaya yang dicampur dengan abu kulit pisang dan buah tanaman lokal, sedangkan warna oranye berasal dari tanah liat.
Cara membuat Imigongo juga masih sangat tradisional. Kayu yang akan dijadikan alas dibagi menjadi bagian yang sama sesuai pola yang akan dibuat dengan menggunakan serat pisang agar proporsional. Garis terluar digambar dengan menggunakan arang. Kotoran dan air seni sapi dicampur dengan abu kayu, lalu dibalurkan pada kayu yang telah dibentuk agar membentuk benda tiga dimensi dan dikeringkan.

Setelah kotoran tersebut kering, setiap sudutnya dilapisi dengan krim kuning untuk mengencangkannya, lalu diwarnai dengan menggunakan cat alami yang telah dicampur dengan air.
Lukisan Imigongo sebagian besar dibuat di plang kayu berbentuk persegi panjang yang nantinya dapat digantung di dinding, bukan built-in pada dinding atau interior ruangan.
Gambar dalam Imigongo dulunya digunakan sebagai dekorasi sihir di abad ke-18 di Provinsi Kibungo. Karena keindahannya, Imigongo juga pernah dipamerkan di Festival Geografi Internasional di Prancis.
Di masa sekarang, para perajin Imigongo mulai menciptakan desain yang berbeda dari karya tradisional, seperti menggabungkan warna biru dan hijau, menggambar pemandangan, sehingga menghasilkan karya berbeda yang dapat menarik niat pembeli.

Tidak banyak seniman yang mengerti cara pembuatan Imigongo ini, karena mereka ingin melestarikan budayanya. Tapi jika berminat, kamu dapat ikut ambil bagian membuat karya Imigongo yang indah langsung di tempat pembuatannya.
Koperasi yang menjadi tempat pembuatan Imigongo terletak di distrik Rusumo, Kibungo, Provinsi Timur, Rwanda. Untuk mencapai koperasi tersebut dibutuhkan waktu tiga jam dari ibukota provinsinya, Kigali dengan menggunakan bus atau mobil. Koperasi tersebut buka Senin-Sabtu pada pukul 07.30 - 12.00 dan 14.00-18.00 waktu setempat.
