Kumparan Logo

Indah namun Berbahaya, Pantai di Brasil Ini Ternyata Mengandung Radioaktif

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat penginapan di sekitar Pantai Guarapari di Brasil. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tempat penginapan di sekitar Pantai Guarapari di Brasil. Foto: Pixabay

Indah namun berbahaya, mungkin jadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sebuah pantai satu ini. Bagaimana tidak? Meski punya pemandangan indah, pantai di Brasil ini ternyata disebut memiliki kadar radioaktif yang cukup berbahaya.

Guarapari namanya. Pantai ini memiliki pasir dengan kandungan radioaktif alami, sebagaimana dilansir Amusing Planet. Terletak 50 kilometer (km) di selatan Kota Vitoria, negara bagian Espirito Santo, pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata populer bagi paris.

Pantai Guarapari di Brasil. Foto: Pixabay

Pasir pantainya yang indah serta pantainya yang tersembunyi membuatnya jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Walau demikian, pasir Pantai Guarapari ternyata menyimpan beberapa mineral atau zat langka seperti monasit (mineral fosfat berwarna coklat kemerahan yang mengandung logam tanah langka), hingga uranium dan thorium.

embed from external kumparan

Adapun, tingkat radiasi di pantai ini adalah sekitar 20 sievert (sv) per jam. Sedangkan di beberapa tempat bisa mencapai 131 Sv per jam. Meski kadar radiasinya lebih kecil dibandingkan Chernobyl yang mencapai 350 Sv, pantai ini terbilang cukup berbahaya jika turis berlama-lama di sana.

embed from external kumparan

Awal Mula Ditemukannya Kandungan Radioaktif di Pantai Guarapari

Kandungan radioaktif di Pantai Guarapari awalnya ditemukan oleh seorang ilmuwan Austria yang bernama Carl Aurer von Welsbach sekitar tahun 1880-an. Saat itu, Welsbach tengah mencari mineral monasit dan zat thorium yang ada di Brasil.

Sebelum Perang Dunia II, Brasil dan India dikenal sebagai negara penghasil tambang monasit terbesar. Namun setelah pengerukan besar-besaran, monasit dan zat thorium tersebut akhirnya diangkut ke Afrika Selatan dan Australia.

Pantai Guarapari di Brasil. Foto: Pixabay

Meski dianggap sebagai pantai dengan kadar radioaktif, Pantai Guarapari dahulu dipercaya menjadi tempat untuk menyembuhkan penyakit. Pada tahun 1972, asosiasi pasir radioaktif Guarapari dan dokter Silva Mello menyebutkan bahwa berbaring di pasir pantai ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit seperti kanker dan penyakit kulit lainnya.

Dalam bukunya Guarapari: Miracle of Nature, Mello memaparkan bahwa khasiat radiasi alam dapat menyembuhkan penyakit. Hal inilah yang membuat pantai ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin mengobati penyakit.

Ilustrasi pantai dengan pasir putih Foto: Pexels

Meski demikian, Badan Agensi Nuklir Brasil (sekarang National Nuclear Energy Commission) menyatakan bahwa wisatawan dilarang untuk berada di Pantai Guarapari dalam waktu yang lama.

Hal ini dikarenakan tingkat radiasi gamma yang tinggi dapat menembus tubuh dan menyebabkan kanker kulit serta merusak jaringan. Bahkan, jika pasir pantai ini terhirup, radiasi alfa dari pasir bisa menyebabkan kanker paru-paru.

embed from external kumparan

Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan agar pasir hitam yang mengandung monasit konsentrasi tinggi harus dipindahkan atau dihilangkan demi keamanan wisatawan. Meski demikian, biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Untuk itu, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menyaring pasir yang kaya akan monasit lalu menjualnya ke industri.

Walau demikian, faktanya seluruh pantai di Brasil dari utara Rio de Janeiro hingga wilayah selatan Bahia ternyata kaya akan mineral monasit.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)