kumparan
15 Agustus 2018 14:57

Ini 5 Bandara di Asia Tenggara yang Masuk 100 Bandara Terbaik di Dunia

Skytrain Bandara Soekarno Hatta
Skytrain Bandara Soekarno Hatta (Foto: Dok. Angkasa Pura 2)
The Skytrax World Airport Award mengadakan sebuah survey untuk menghasilkan 100 bandara terbaik di dunia. Survey ini dilakukan pada Agustus 2017 hingga Februari 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
Dengan melibatkan 13,73 juta responden dari 100 negara yang berbeda. Dari 550 bandara di seluruh dunia dinilai, Skytrax menyaring kembali untuk memperoleh 100 bandara terbaik.
Penilaian yang dilakukan penumpang, meliputi pengalamannya saat di bandara, mulai dari check in, keamanan hingga di ruang keberangkatan
Nah, apa bandara di Asia masuk ke dalam 100 bandara terbaik itu? Dilansir dari GoodNews from Southeast Asia yuk intip 5 bandara di Asia yang masuk dalam 100 bandara terbaik di dunia.
1. Changi International Airport, Singapura
Gate Imigrasi Otomatis Terminal T4 Bandara Changi
Gate imigrasi otomatis terminal T4 Bandara Changi. (Foto: Thomas White/kumparan)
Menyuguhkan teknologi modern, punya sederet fasilitas yang menarik dan memanjakan penumpang, mudah di akses, adalah sedikit contoh penggambaran Changi International Airport di Singapura. Sebagai contoh, penumpang akan disuguhi taman bunga matahari dan taman anggrek, bermain xbox 360 dan playstation di terminal dua, nonton bioskop gratis di terminal dua dan tiga, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Maka tak heran rasanya bila bandara dengan empat terminal ini menempati posisi pertama sebagai bandara terbaik di dunia dan Asia. Tak hanya tahun ini saja, rupanya Changi mampu mempertahankan rangking ini selama enam tahun berturut-turut.
2. Suvarnabhumi International Airport, Bangkok - Thailand
Suvarnabhumi International Airport, Bangkok - Thailand
Suvarnabhumi International Airport, Bangkok - Thailand (Foto: Flickr / Oliver Mallich)
Tahun 2018 Suvarnabhumi International Airport menduduki posisi 36 dari 100 bandara terbaik di dunia. Hebatnya, bandara di ibu kota Seribu Pagoda ini naik 2 tingkat dari 2017.
Bandara yang dirancang oleh arsitek asal Jerman, Helmut Jahn ini memiliki berbagai fasilitas pendukung. Misalnya, WiFi, ATM dan penukaran valas, area bermain anak, hingga sederet gerai yang menjajakan aneka kuliner lezat dan mengunggah selera.
3. Kuala Lumpur International Airport, Sepang - Malaysia
Kuala Lumpur International Airport, Sepang - Malaysia
Kuala Lumpur International Airport, Sepang - Malaysia (Foto: Flickr / maro310)
Posisi ketiga ada Kuala Lumpur International Aiport yang ada di berada di rangking 44 dunia dan 3 di Asia. Sayangnya, bandara satu ini terjun bebas dari peringkat 34 di 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, KLIA pernah menjadi bandara pertama di dunia yang menerima sertifikat Green Globe 21 pada 2004 lalu. Serta tiga kali terpilih sebagai World's Best Airport (15-25 juta penumpang pertahun) dalam penghargaan AETRA 2005, ACI-ASQ 2006 dan 2007.
4. Soekarno-Hatta International Airport, Banten - Indonesia
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Tak hanya Kuala Lumpur International Airport saja yang turun peringkat, Soekarno-Hatta International Airport pun bernasib sama. Hanya saja, bandara dengan tiga terminal ini turun satu poin. 2017 lalu berada di 44 dan tahun ini menyabet rangking 45 di dunia.
Meski turun peringkat, berbagai fasilitas tetap siap memanjakan penumpang. Misalnya area zona anak, digital cinema, shoppnig center, tempat ibadah, WiFi, segway, dan sebagainnya.
ADVERTISEMENT
5. Hanoi Noi Bai International Airport, Hanoi- Vietnam
Hanoi Noi Bai International Airport, Hanoi - Vietnam
Hanoi Noi Bai International Airport, Hanoi - Vietnam (Foto: Flickr / Nguyen Chong Thuc)
Satu lagi bandara di Asia yang masuk 100 besar adalah Hanoi Ni Bai International Airport. Bandara yang berada Hanoi ini menduduki posisi ke-82 pada 2018.
Bandara dengan kode HAN ini, di tahun 2017 lalu mendapat rangking 83, atau naik satu tingkat. Bandara tersibuk kedua di Vietnam ini pada tahun 2016 lalu mampu menangani 20.596.632 penumpang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan