Ini Alasan Kenapa Pesawat Sering Terbang Melintasi Lautan

11 Januari 2021 8:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pesawat Foto: shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Foto: shutter stock
ADVERTISEMENT
Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1). Pesawat itu akan menuju Pontianak.
ADVERTISEMENT
Pesawat hilang kontak pukul 14.40 WIB di ketinggian 11 ribu kaki saat naik menuju 13 ribu kaki. Menurut data situs aviasi Flightradar24, pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323) memiliki riwayat berumur 26 tahun.
Setelah melakukan penyisiran rute pesawat, tim gabungan dari TNI, KNKT hingga Basarnas menemukan sejumlah barang yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Tim SAR telah menemukan serpihan pesawat hingga jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.
Ilustrasi pesawat jatuh di laut.  Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat jatuh di laut. Foto: Thinkstock
Pada umumnya, pesawat terbang memang sering terbang melewati lautan ditambah lagi Indonesia merupakan daerah kepulauan. Namun kamu harus tahu hal tersebut bukan tanpa alasan, pemilihan rute penerbangan ini dipilih dengan teliti oleh para ahli yang berpengalaman.
ADVERTISEMENT
Sebab, tidak sembarang tempat bisa dilintasi pesawat terbang. Jalur udara yang dijadikan rute penerbangan biasanya jalur yang anginnya tenang, jarang terjadi badai, dan jauh dari gunung yang berbahaya. Biasanya, jalur udara yang banyak dipilih adalah jalur udara di atas laut.

Mengapa sebagian besar jalur udara yang dipilih melintasi lautan?

Dilansir berbagai sumber, hal ini karena lautan dianggap sebagai tempat pendaratan yang aman saat pesawat melakukan pendaratan darurat. Maka dari itu sejumlah pelampung keselamatan harus selalu tersedia di dalam pesawat.
Beda hal jika pesawat melintas di atas daratan. Kemungkinan besar pendaratan akan jatuh di perumahan penduduk dan tentunya akan memakan korban jiwa yang lebih banyak. Kecepatan, posisi dan rute pesawat telah ditentukan oleh para ahli yang berkompeten di bidang penerbangan secara matang.
ADVERTISEMENT

Lalu, bagaimana pesawat melakukan pendaratan di air?

Ilustrasi Pesawat Terbang Laut. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Terbang Laut. Foto: Pixabay
Dalam keadaan tertentu, pesawat bisa melakukan pendaratan darurat di air. Beberapa kondisi yang bisa membuat pilot memutuskan pesawat harus mendarat di atas air misalnya seperti kerusakan mesin pesawat atau kehabisan bahan bakar.
Jenis pendaratan darurat ini disebut dengan water landing, di mana pesawat melakukan pendaratan di atas permukaan air. Namun, di sektor aviasi global, mereka memperhalus frasa water landing dengan istilah ditching.
Menurut ahli, pendaratan di air jarang terjadi, terutama pada pesawat yang membawa penumpang. Ditching dilakukan oleh pilot untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Pilot biasanya memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di atas air ketika tidak ada pilihan lain yang lebih baik.
Ilustrasi Pesawat Terbang Laut. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Terbang Laut. Foto: Pixabay
Pesawat sudah dilengkapi peralatan yang mendukung prosedur pendaratan darurat. Namun, pilot tetap harus memperhitungkan area air yang aman untuk melakukan pendaratan dan posisi pesawat saat mendarat di air.
ADVERTISEMENT
Ini dilakukan agar tidak terjadi kerusakan pada pesawat dan tidak ada penumpang yang terluka. Pesawat juga menyediakan peralatan keselamatan yang bisa dipakai penumpang, seperti pelampung dan rakit.
Setelah pesawat sudah berhasil melakukan pendaratan darurat di atas air, hal yang harus segera dilakukan adalah penumpang, awak kabin, dan pilot harus segera dievakuasi dari pesawat ke tempat yang lebih aman.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020