Ini Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Minum Alkohol di Pesawat

19 Desember 2019 17:01 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pramugari memberikan champagne bagi penumpangnya (PTR) Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pramugari memberikan champagne bagi penumpangnya (PTR) Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bagi traveler yang gemar minum alkohol, menolak minuman gratis mengandung alkohol (champagne atau wine) yang ditawarkan di dalam kabin pesawat menjadi hal sangat sulit dilakukan.
ADVERTISEMENT
Namun, tahukah kamu bahwa sebaiknya kamu menghindari mengonsumsi alkohol saat tengah dalam penerbangan? Dilansir Huffington Post, Dr. Clare Morrison dari MedExpress menjelaskan bahwa kamu akan lebih mudah mabuk ketika berada di pesawat ketimbang di darat.
Ilustrasi pramugari menuangkan minuman ke gelas penumpang Foto: Shutter Stock
Dampak ini terjadi akibat tekanan udara yang berbeda di dalam kabin dengan daratan. Sehingga meskipun kamu mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang sama saat berada di pesawat dan di darat, dampaknya akan lebih terasa ketika kamu berada di dalam burung besi tersebut.
“Saat berada di pesawat, tekanan barometrik di kabin pesawat lebih rendah dari biasanya. Tekanan yang menurun ini berarti bahwa tubuh merasa lebih sulit untuk menyerap oksigen. (Kondisi) ini dapat membuat pusing atau hipoksia karena kadar oksigen dalam darah lebih rendah," katanya seperti diberitakan Huffington Post.
Ilustrasi penumpang pesawat tengah minum minuman beralkohol bersama (cover) Foto: Shutter Stock
Selain bisa lebih mudah mabuk, minum alkohol ketika berada di pesawat juga akan membuatmu sulit tidur nyenyak.
ADVERTISEMENT
Profesor Paul Wallace yang merupakan peneliti di bidang konsumsi alkohol mengatakan bahwa minum alkohol sebelum tidur di pesawat bisa membuatmu kehilangan tahapan awal siklus tidur sebelum mencapai REM (Rapid Eye Movement).
REM (Rapid Eye Movement) adalah tahapan setelah tidur nyenyak, yaitu ketika kamu bisa tidur hingga bermimpi. Dalam tahapan ini, otak dan sistem tubuhmu akan aktif bekerja.
Ilustrasi penumpang First Class tidur di pesawat Foto: Shutter Stock
Sementara otot-ototmu menjadi lebih rileks, kamu akan merasakan kelumpuhan sementara yang 'disengaja'. Alhasil, kualitas tidurmu pun akan terganggu.
"(Kamu) pada akhirnya langsung tertidur lelap, dan kemungkinan besar akan bangun hanya dalam waktu beberapa jam kemudian. Ini dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda secara keseluruhan, membuat Anda merasa kurang produktif dan kelelahan pada hari berikutnya,” jelas Wallace.
Ilustrasi pramugari membawakan makanan serta minuman bagi penumpang Foto: Shutter Stock
Lantas, apakah itu berarti minum alkohol dalam penerbangan lebih buruk ketimbang minum banyak alkohol sebelum terbang? Tentu saja tidak. Lebih dari 400 penumpang pesawat ditangkap dan tidak diperbolehkan terbang selama dua tahun terakhir karena dicurigai tengah mabuk sebelum terbang.
ADVERTISEMENT
Karena maskapai penerbangan punya hak menolak memberangkatkan penumpang pesawat yang dianggap berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan. Baik bagi awak kabin, pesawat, bahkan sesama penumpang.
Dalam beberapa kasus, perilaku penumpang yang dianggap mengganggu memang menjadi salah satu alasan awak kabin melakukan pengalihan rute penerbangan. Hmm.. Kamu pastinya tidak mau jadi penumpang pesawat yang ketiban sial cuma karena mabuk alkohol, kan?