Kumparan Logo

Ini Arti 3 Huruf Singkatan dalam Kode Bandara, Sudah Tahu?

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi traveler di bandara menggunakan masker Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi traveler di bandara menggunakan masker Foto: Shutterstock

Saat traveling menggunakan pesawat, kamu pasti menjumpai sebuah kode yang terdiri dari tiga huruf dari bandara keberangkatan dan bandara tujuan di boarding pass-mu.

Misalnya Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang disingkat menjadi (CGK), Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi (DPS), dan lain sebagainya. Ternyata ada alasan kenapa bandara-bandara di dunia memiliki kode unik tersebut, lho.

kumparan post embed
Ilustrasi boarding pass Foto: Shutter Stock

Mengutip akun Instagram resmi Angkasa Pura I @ap_airports, pengkodean bandara ini diberikan oleh International Air Transport Association (IATA) dengan memastikan bahwa kode itu unik dan tak digunakan oleh entitas lain mana pun.

"Three Letter Code ini merupakan singkatan yang terdiri dari tiga huruf yang mewakili nama Kota atau Bandara bisa berupa singkatan kota tersebut atau mendekati nama kota," tulis AP I.

Papan jadwal penerbangan di Bandara Soetta Foto: Diah Harni/kumparan

Sementara itu, mengutip Conde Nast Traveler, kode bandara pertama kali digunakan pada sekitar tahun 1930-an.

Kode-kode ini sebenarnya terdiri dari empat huruf. Huruf pertama menggambarkan negara, dan tiga huruf lainnya menandai bandara tertentu.

kumparan post embed

Dulunya perusahaan penerbangan biasanya memilih kode dua huruf untuk mereka sendiri. Hingga akhirnya pada tahun 1950, bandara semakin banyak dan pengkodean yang sebelumnya hanya dua huruf diganti menjadi tiga huruf seperti yang kita kenal sekarang. Standar ini kemudian digunakan IATA mulai tahun 1960-an.

Ilustrasi penumpang di bandara Foto: Dok. Angkasa Pura I

“Kode IATA merupakan bagian integral dari industri perjalanan, dan penting untuk identifikasi maskapai penerbangan, tujuan, dan dokumen lalu lintasnya. Mereka juga penting untuk kelancaran ratusan aplikasi elektronik yang telah dibangun di sekitar sistem pengkodean ini untuk keperluan lalu lintas penumpang dan kargo,” ujar Perry Flint, kepala komunikasi korporat IATA untuk Amerika.

Tak hanya di bandara, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) juga memberikan kode yang umumnya digunakan oleh kontrol lalu lintas udara, dan oleh maskapai penerbangan dalam menyusun rencana penerbangan mereka.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)