Kumparan Logo

Ini Hotel Paling Terpencil di Dunia, Tarif Menginapnya Hampir Rp 500 Juta

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hotel paling terpencil di dunia yang dipatok mulai dari Rp 498 juta per malamnya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Hotel paling terpencil di dunia yang dipatok mulai dari Rp 498 juta per malamnya. Foto: Shutterstock

Sebuah hotel umumnya bisa kamu temukan di pusat kota atau pun lokasi strategis yang menawarkan beragam kemudahan bagi wisatawan. Namun, lain cerita dengan hotel satu ini yang justru menjadi hotel paling terpencil di dunia.

Dilansir Oddity Central, terletak di Gletser Ruth Denali, Alaska yang mempesona, Sheldon Chalet dikenal sebagai hotel di tempat paling terpencil di dunia.

Selain lokasinya yang terpencil, hotel ini hanya dapat dijangkau melalui udara karena lokasinya yang ada di punggung bukit Don Sheldon Amphitheatre.

Hotel paling terpencil di dunia yang dipatok mulai dari Rp 498 juta per malamnya. Foto: Shutterstock

Berada di ketinggian 1,829 meter, Sheldon Chalet merupakan salah satu hotel paling sulit diakses oleh para tamunya. Bahkan, satu-satunya akses menuju hotel ini adalah dengan naik helikopter. Tak hanya sulit, untuk menginap di hotel ini pun sangat mahal.

Nama hotel Sheldon Chalet, berasal dari nama ayah dari dua pemiliknya yakni Robert dan Kate Sheldon. Hotel ini dibangun pada tahun 2018, dan langsung menjadi berita utama karena lokasinya yang tidak dapat diakses dan harga yang mahal untuk menginap 3 malam.

Untuk menginap di sana, pengunjung harus merogoh kocek cukup dalam yakni sekitar 35 .000 dolar AS atau Rp 498 juta per malamnya untuk dua orang.

embed from external kumparan

Biaya itu sudah termasuk layanan antar jemput helikopter, pramutamu pribadi, sarapan, dan beragam fasilitas menarik lainnya.

Hotel yang Tawarkan Sensasi Menginap Berbeda

Sheldon Chalet menawarkan sensasi menginap yang berbeda bagi wisatawan. Hotel ini menawarkan privasi yang penuh dan menjadi tempat peristirahatan yang sempurna bagi mereka yang ingin lari sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.

Sheldon Chalet dapat menampung hingga 10 orang pada waktu tertentu, menawarkan pemandangan yang menakjubkan dari lingkungan yang tertutup salju di siang hari, dan Aurora Borealis di malam hari.

embed from external kumparan

Kegiatan siang hari termasuk rappelling, trekking gletser, dan memancing. Sedangkan pada malam hari, tamu dapat menggunakan sauna di puncak gedung, melihat bintang, atau mencicipi hidangan yang disiapkan oleh koki Alaska Dave Thorne.

Untuk mendapatkan izin membangun Sheldon Chalet butuh waktu lebih dari satu dekade. Selain itu, sulitnya menerbangkan bahan-bahan yang diperlukan ke tempat terpencil ini membuat Robert Sheldon, sang pemilik, membuka harga fantastis untuk penginapan di hotel ini.

Bagaimana, kamu tertarik menginap di sini?

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)