Kumparan Logo

Ini Tips Agar Terhindar dari Sengatan Ubur-ubur saat Berenang di Laut

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ubur-ubur barrel, spesies ubur-ubur raksasa. Foto: Lizzie Daly Wildlife/Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Ubur-ubur barrel, spesies ubur-ubur raksasa. Foto: Lizzie Daly Wildlife/Facebook

Berenang di laut atau bermain-main di pantai menjadi hal seru untuk dilakukan. Namun, jangan sampai kesenangan itu berubah menjadi kesedihan ketika secara tidak sengaja kamu terkena sengatan ubur-ubur.

Sengatan ubur-ubur menjadi hal yang cukup sering terjadi pada wisatawan, terutama bagi mereka yang liburan di sekitar pantai atau berenang di laut.

VP Sea World & Ocean Dream Samudera, Rika Sudranto (kanan) dan Dosen Ilmu Kelautan IPB , Dr. Hawis Madduppa (kiri) Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Menurut Dosen Ilmu Kelautan IPB Dr. Hawis Madduppa, ubur-ubur termasuk ke dalam kelompok hewan laut Cnidaria yang memiliki tentakel-tentakel dengan zat penyengat atau yang dikenal dengan nematokis. Ia juga mengungkapkan dari ratusan jenis spesies ubur-ubur, ada spesies ubur-ubur yang cukup berbahaya bagi manusia.

Portuguese man o’ war atau physalia physalis merupakan salah satu ubur-ubur mematikan yang ada di dunia. Meskipun kejadian seseorang tersengat ubur-ubur ini cukup langka namun hewan ini sangat berbahaya,” kata Hawis saat memberikan sambutan dalam acara “Ancol Talk: First Jellyfish in Indonesia” di Sea World, Jakarta, pada Rabu (18/9).

Portuguese man o' war Foto: Wikimedia Commons

Hawis pun mengungkapkan, selain ubur-ubur portuguese man o’ war atau ubur-ubur Portugis, ada spesies ubur-ubur lain yang cukup berbahaya bahkan spesies ini seringkali dijumpai di sekitaran Pulau Seribu.

“Box jellyfish juga banyak ditemukan di Pulau Seribu. Dia punya 10 ribu nematokis. Bahkan, satu ubur-ubur bisa mematikan hingga puluhan orang dewasa. Karena tentakelnya yang panjang bisa melilit banyak orang dan zat penyengatnya berbahaya,” papar Hawis.

Ubur-ubur kotak (Chironix fleckeri) Foto: OpenCage/ Wikimedia commons

Lantas, bagaimana caranya agar terhindar dari sengatan ubur-ubur?

Menurut Dokter Hewan Unit Head Animal Health Care Sea World, Lusia Rachmawati, ada beberapa tips agar wisatawan terhindar dari hewan laut tersebut.

“Ubur-ubur itu kan sebenarnya gerakannya terbawa oleh arus. Jadi, kita biasanya harus menghindari arus yang dilalui ubur-ubur tersebut,” ujar Lusia.

Ubur-ubur dan ganggang hijau di pantai Ris di Douarnenez, Brittany. Foto: AFP/FRED TANNEAU

Karena ubur-ubur berenang dengan mengikuti arus. Kita bisa menghindari dengan berenang ke tempat yang berbeda.

“Karena untuk beberapa ubur-ubur ada yang sengatan ringan dan ada yang sangat fatal. Untuk moon jellyfish atau ubur-ubur bulan itu sengatannya masih ringan,” tambah Lusia.

Sementara itu, jika kita berenang dan kebetulan ada ubur-ubur di sekitar kita. Kita tidak diperkenankan untuk menyentuhnya.

“Jangan pegang dan sebisa mungkin menghindari kontak. Karena dia otomatis mengeluarkan racunnya. Jadi, disentuh sedikit saja dia akan mengeluarkan banyak racunnya,” ungkap Lusia.

Lalu, bagaimana jika kita secara tidak sengaja terkena sengatan dari ubur-ubur tersebut.

“Cara menghilangkannya menurut salah satu pakar venomous yaitu Dr. Tri Maharani itu bisa dengan cara melarutkan cuka tiga persen dicuci dengan air cuka (untuk racun yang ringan). Sedangkan kalau yang berat harus dibawa ke rumah sakit karena itu cukup fatal, kan,” ujar Lusia.

Selain itu, kamu juga bisa mencegah sengatan ubur-ubur dengan memakai baju renang fullbody akan melindungimu dari biota laut yang mencoba untuk menyerangmu, termasuk ubur-ubur.