Kumparan Logo

Jadi Ikon Baru, Geopark Ciletuh Akan Dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Angin

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Foto: Antara/Novrian Arbi
zoom-in-whitePerbesar
Wisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Foto: Antara/Novrian Arbi

Kawasan taman bumi Geopark Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat, bakal dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA). Total akan ada menara kincir angin untuk menggerakkan turbin sebanyak 50-55 unit setinggi 120 meter.

Jika terealisasi, puluhan menara kincir angin di lokasi yang dinobatkan sebagai situs taman bumi oleh UNESCO itu juga bisa menjadi ikon wisata baru kelas dunia bagi Kabupaten Sukabumi dan memperkuat citra Indonesia dan Jawa Barat yang mendukung energi bersih.

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga angin Foto: Pixabay

Pembangunan kincir listrik bertenaga angin akan melibatkan produsen lokal menara kincir angin Kenertec dan perusahaan multinasional UPC Renewables dengan kontrak senilai Rp500 miliar. 

“Penggunaan menara kincir angin buatan dalam negeri akan memberikan peluang yang lebih besar bagi pabrikan lokal untuk berkembang di bidang energi terbarukan,” kata tim pemasaran Kenertec, CD Choi, seperti dilansir Antara, Jumat (23/4).

Geopark Ciletuh Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Choi menambahkan, kesiapan pembangunan listrik bertenaga angin di Geopark Ciletuh juga telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Sementara itu, Senior Project Developer UPC Renewables Kalla Primista meyakini pembangunan listrik bertenaga angin di Geopark Ciletuh akan mendongkrak peningkatan investasi bagi wilayah tersebut. 

Dia mengungkapkan keberadaan listrik bertenaga angin tidak hanya memberikan energi bersih dan hijau, tetapi juga memberi nilai tambah pariwisata dan menyeimbangkan antara konservasi, pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat. 

Air terjun di Geopark Ciletuh, Sukabumi Foto: Shutter Stock

“Ini bentuk dukungan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkena dampak pandemi COVID-19 melalui real deliverable projects dengan manfaat nyata dan terukur,” kata Kalla

Sebelumnya, menara kincir angin buatan Kenertec telah digunakan di berbagai belahan dunia, namun untuk pertama kalinya di Indonesia digunakan di pembangkit listrik tenaga angin Sidrap di Sulawesi Selatan dengan 30 turbin berspesifikasi tinggi menghasilkan kapasitas terpasang 75 MegaWatt (MW). 

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)