Kumparan Logo

Jaga Situs UNESCO, Myanmar Larang Turis Panjat Kuil di Bagan

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Turis memanjat kuil di Bagan, Myanmar untuk melihat sunrise Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Turis memanjat kuil di Bagan, Myanmar untuk melihat sunrise Foto: Shutter Stock

United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menobatkan Bagan di Myanmar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia yang baru pada Juli 2019. Untuk menindaklanjuti prestasi ini, Pemerintah Myanmar kemudian meningkatkan keamanan di sekitar kuil yang berlokasi di Bagan.

Peningkatan keamanan itu dilakukan untuk melestarikan 3500 stupa, kuil, biara, dan benteng-benteng yang berasal dari abad ke-12 sampai abad ke-14. Dilansir Independent, pemerintah setempat meningkatkan keamanan untuk menghindarkan kuil-kuil bersejarah dari tindakan wisatawan yang senang memanjat.

Dengan cara tersebut, mereka berharap bahwa nantinya status itu akan membantu mereka untuk menjaga situs konservasi. Larangan memanjat kuil di Bagan sebenarnya sudah pernah diberlakukan sebelum UNESCO menempatkannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia, hanya saja terbentur dengan masalah pariwisata.

Turis memanjat kuil di Bagan, Myanmar Foto: Shutter Stock

Sebab berada di posisi tertinggi di atas kuil memberikan wisatawan kesempatan untuk melihat pemandangan matahari yang bersinar di Bagan. Menurut situs berita Myanmar Mizzimar, ada lebih banyak penjaga yang ditempatkan di berbagai lokasi berbeda untuk mencegah pengunjung memanjat bangunan.

"Menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang menakjubkan adalah harapan terbesar saya di Bagan. Saya telah berkeliling kuil selama tiga hari untuk mencari tempat yang bagus dengan pemandangan terbaik. Tapi tidak ada kuil yang memungkinkan orang untuk memanjat sama sekali. Ini berita yang sangat membuat frustasi bagi para turis," aku William Wright, seorang turis asal Amerika Serikat seperti yang diberitakan Myanmar Mizzimar.

Kawasan kuil dan candi di Bagan, Myanmar Foto: Shutter Stock

Meski ada turis yang kecewa, tetapi masyarakat dan Pemerintah Myanmar mendukung secara penuh kebijakan ini. Menurut Sejarawan dan Ketua Heritage Yangon, Trust Thant Myint U, Bagan bukan hanya tempat keindahan yang luhur, tapi juga tempat penting bersejarah yang luar biasa.

“Penting untuk memastikan bahwa Bagan tetap dapat diakses oleh orang-orang Burma biasa dan tidak menjadi taman bermain wisata. Pelajar dan peziarah Burma harus menjadi pusat perencanaan," katanya pada The Myanmar Times.

Tidak hanya memberikan larangan memanjat bagi turis di Bagan, Pemerintah Myanmar juga berjanji untuk memindahkan semua hotel dari situs arkeologi yang ada ke zona hotel khusus pada tahun 2028. Kegiatan komersil juga rencananya akan dihapus dari zona arkeologi Myanmar.

Bagaimana menurutmu?