Jalan Bernyanyi, Atraksi Wisata Menarik Bagi Pencinta Road Trip

Beberapa waktu lalu viral di media sosial jalan tol Ngawi-Kertosono yang memasang singing road atau jalan bernyanyi. Wisatawan yang melintas bisa mendengarkan alunan nada lagu “Happy Birthday”.
Tapi enggak hanya di Indonesia, atraksi wisata jalan bernyanyi ternyata juga bisa kamu temukan di Amerika Serikat, bahkan beberapa negara lainnya. Di Amerika Serikat, jalan ini diberi nama Civic Musical Road.
Dilansir Amusing Planet, dibangun sekitar tahun 2008 silam, Civic Musical Road menjadi atraksi wisata menarik bagi wisatawan. Sesuai namanya, jalan ini dibangun terinspirasi dari Honda Civic.
Jalan ini berada di ruas Avenue K di Lancaster, California. Jalan yang membentang sepanjang seperempat mil atau 402,3 meter ini memutar lagu opera bagian akhir William Tell Overture karya Gioachino Rossini.
Hanya saja tak berselang lama, penduduk di sekitar jalan mengeluh, sehingga jalan bernyanyi pun dihilangkan. Tetapi, pada Oktober di tahun yang sama, Amerika kembali memasang jalan bernyanyi.
Pemasangan jalan bernyanyi ini dipindahkan di ruas Avenue G antara 30th Street West dan 40th Street West.
Asal-usul Jalan Bernyanyi
Jalan bernyanyi ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang insinyur Jepang yang bernama Shizuo Shinoda. Kala itu, Shinoda sedang mengeruk jalan dengan menggunakan buldoser.
Setelah mengeruk jalan, ia menyadari bahwa getaran yang dihasilkan di mobilnya ketika melewati jalan tersebut dapat didengar sebagai sebuah nada.
Kemudian, di tahun 2007, tim insinyur dari Hokkaido Industrial Research Institute menyempurnakan desain jalan yang dibuat Shinoda dan membangun sejumlah jalan bernyanyi di Jepang.
Jalan-jalan ini memiliki garis-garis yang diatur sedemikian rupa, sehingga menimbulkan sebuah nada. Tinggi atau rendahnya nada dipengaruhi oleh kecepatan mobil itu sendiri.
Walau demikian, jalan bernyanyi pertama kali ternyata tidak ditemukan oleh Jepang. Jalan bernyanyi pertama kali dibuat di Denmark, tepatnya di Gylling sebuah desa di Jutland, Denmark. Jalan yang diberi nama Asphaltophone ini dibuat oleh dua seniman asal negara tersebut.
Jalan ini dibuat dari serangkaian penanda trotoar yang ditinggikan, diberi jarak sehingga saat kendaraan melewati jalan tersebut, getaran yang disebabkan oleh roda dapat terdengar di dalam mobil.
Atraksi Wisata Menarik Bagi Pecinta Road Trip
Jalan bernyanyi menjadi salah satu atraksi wisata menarik bagi penggemar road trip. Tak heran jika jalan semacam ini juga bisa ditemukan di beberapa tempat di dunia.
Di Jepang misalnya, jalan bernyanyi bisa kamu temukan di Prefektur Hokkaido, Wakayama, Shizuoka, hingga Gunma. Semuanya memiliki nada atau lagu yang berbeda-beda.
Wisatawan pun bisa mengetahui jalan bernyanyi tersebut lewat papan jalan yang terpasang di sana.
Selain Jepang, jalan bernyanyi juga bisa ditemukan di Korea Selatan tepatnya di Kota Anyang, Provinsi Gyeonggi. Jalan-jalan ini memainkan lagu seperti "Mary Had a Little Lamb" dan sebagainya.
Menariknya lagi, di Korea Selatan jalan ini tidak hanya dibuat sebagai daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga membantu pengendara untuk tetap waspada dan terjaga. Hal ini dikarenakan Negeri Gingseng menjadi salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi, sekitar 68 persen.
Selain itu, jalan bernyanyi ini juga bisa ditemukan di New Mexico yang memainkan lagu "America the Beautiful".
Kini, jalan bernyanyi menjadi salah satu atraksi wisata menarik dan juga pengingat bagi para pengendara di jalan raya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
