Jalur Kereta Paling Bahaya di Dunia: 3 Ribu Orang Tewas dalam Pembangunannya
ยทwaktu baca 3 menit

Bicara tentang kereta api tidak akan pernah ada habisnya. Jadi penasaran, jika ada kereta api dengan jalur terindah, apakah ada kereta api dengan jalur paling bahaya di dunia?
Mungkin ini salah satu dari sekian banyak kereta dengan jalur paling bahaya di dunia. Dicatat oleh Lonely Planet, jalur Kereta Devil's Nose, Ekuador, menjadi yang paling bahaya di dunia.
Devil's Nose merupakan jalur dari Kereta Trans-Andes yang membentang dari Quito ke Guayaquil. Konon, untuk naik kereta ini terbilang sangat mahal.
Lalu, kenapa jalur ini dinamakan Devil's Nose? Jadi, ternyata jalur ini tidak berjalan lurus dan memiliki satu kendala di sepanjang jalan, yaitu batu raksasa yang berbentuk segitiga. Maka dari itu, jalur ini dinamakan Devil's Nose.
Untuk menyiasatinya, jalur ini dirancang zig-zag dan menjadi satu-satunya cara untuk menaklukkan batu besar tersebut.
Bukan hanya zig-zag, Quito juga berada di ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut, sehingga untuk mencapainya dengan kereta api harus melintasi seluruh pegunungan Ekuador.
Melihat sulitnya jalur tersebut, pasti banyak yang bertanya, bagaimana pembangunannya? Selama proses konstruksinya, para insinyur menemukan kotoran jatuh bebas lebih dari 40 meter dan membuat pekerjaan mereka menjadi sulit.
Maka dari itu, melihat lokasi dan prosesnya, jalur itu dianggap sebagai rute paling menakutkan di Ekuador, serta dunia. Membangun jalur kereta ini menghasilkan tingkat kerumitan yang tinggi.
Sejarah Rute The Devil's Nose
The Devil's Nose adalah bentangan Jalur Kereta Api Trans-Andes yang pada awal abad ke-20 menghubungkan Guayaquil dengan Quito, dengan tujuan meningkatkan perekonomian negara.
Saat itu, Presiden Ekuador, Jenderal Eloy Alfaro, yang menjabat pada tahun 1895, mengumumkan bahwa akan ada jalur kereta api baru yang dibangun di Andes dan menghubungkan kota pesisir Guayaquil dengan Ibu Kota, Quito, di dataran tinggi.
Penentangan sengit muncul, karena orang-orang pada waktu itu menganggap Andes tidak dapat ditaklukkan dengan kereta api.
Meskipun protes, Jenderal Alfaro menyewa beberapa kontraktor AS untuk membangun jalur kereta api paling sulit dan berbahaya di dunia ini.
Kerja sama antara pemerintah dan perusahaan Amerika Utara membuatnya mengarah ke pendirian Guayaquil and Quito Railway Company, dan pembangunan jalur bersejarah dimulai pada tahun 1899.
Membangun rel kereta api di dataran tinggi bukanlah tugas yang mudah. Aktivitas seismik yang sering, hujan lebat, binatang buas, malaria, disentri, dan demam kuning menunda pembanunan.
Namun, bagian proyek yang paling menantang secara teknis adalah permukaan batu yang dikenal sebagai Hidung Setan, atau Nariz del Diablo, yang berdiri di antara Alausi dan Sibambe.
Dilansir History Daily, untuk menaiki tebing setinggi 800 meter ini, para insinyur mengukir serangkaian tikungan curam yang memungkinkan kereta mendaki pada kemiringan 1-in-18, dengan maju dan mundur secara bergantian di atas rel.
Namun demikian, penyelesaian dan pendakian pertama Nariz del Diablo pada tahun 1902 adalah salah satu prestasi rekayasa perkeretaapian yang paling luar biasa pada waktu itu.
Akhirnya, lokomotif pertama tiba pada 25 Juni 1908 di Stasiun Chimbacalle, Quito, dan menempuh jarak 452 kilometer.
Jalur ini terus beroperasi, hingga tahun 1997 ketika tanah longsor selama El Nino menghancurkan rel, secara efektif menutup seluruh jalur.
Dalam pembangunan rel sepanjang 13 kilometer ini, setidaknya sekitar 3 ribu orang meninggal, karena tanah longsor, gigitan ular, dan penyakit karena kondisi kerja yang buruk.
Banyak tahanan yang ikut bekerja dalam pembangunan rel kereta ini. Para tahanan juga dijanjikan bahwa ketika pekerjaan itu selesai, mereka akan bebas, meskipun banyak dari mereka yang meninggal.
