Kumparan Logo

Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Akibat Erupsi

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menurut jalur pendakian ke Gunung Semeru di Jawa Timur, usai terjadinya erupsi pada Rabu (19/11).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan ini dilakukan karena adanya peningkatan status Gunung Semeru dari level II (Waspada) ke level III (Siaga), dan kini menjadi level IV (Awas).

"Sehubungan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level II ke III dan level IV, maka kegiatan pendakian Gunung Semeru dinyatakan ditutup," kata Rudi, seperti dikutip dari Antara.

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tertuang dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS per hari ini, dengan Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru.

Penutupan ini juga mempertimbangkan rekomendasi bahaya radius dari PVMBG, yaitu 8 kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Jalur Pendakian Ditutup hingga Benar-benar Aman

Penampakan Gunung Semeru, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan sampai kondisi di kawasan tersebut benar-benar dinyatakan aman untuk aktivitas pendakian.

Rudi menyatakan bagi setiap pendaki yang sudah telanjur membeli tiket pendakian ke Gunung Semeru secara daring melalui situs resmi bromotenggersemeru.id, bisa melakukan reschedule atau penjadwalan ulang.

"Kami berharap ini bisa menjadi perhatian bagi para calon pendaki, masyarakat, dan pecinta alam untuk mematuhi rekomendasi zona bahaya dari PVMBG," ujarnya.

Ranu Kumbolo Masih Kondusif

Wisatawan di sekitar Ranu Kumbolo Gunung Semeru Foto: Dok. Kemenparekraf

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan bahwa kondisi di Ranu Kumbolo masih kondusif karena posisinya berada di sisi utara, sedangkan awan panas terpantau bergerak ke tenggara-selatan.

"Oleh karena itu, para pengunjung tetap bermalam di lokasi, mengingat perjalanan kembali ke Ranupani cukup berisiko, karena sudah malam dan cuaca di kawasan tersebut sedang hujan," ujar Endrip.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo akan melakukan perjalanan turun menuju Ranipani, pada Kamis (20/11/2025) pukul 08.00 WIB.

"Kami terus berkoordinasi dengan para pemandu dari pendamping pendakian Gunung Semeru terdaftar (PPGST), dan hingga saat ini kondisi pengunjung masih aman, serta terkendali," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, menyebutkan bahwa pendaki yang berada di Ranu Kumbolo berjumlah 178 orang, terdiri atas 137 pendaki, satu petugas, dua saver, tujuh PPGST, 15 porter, dan enam orang dari Kementerian Pariwisata.

"Sore tadi PPGST menyampaikan evakuasi malam tidak direkomendasikan, karena gelap, licin, dan beberapa lokasi jalur rawan longsor. Sementara, kami minta yang ada di Ranu Kumbolo tetap di sana dalam posisi siap jika sewaktu-waktu harus turun malam sambil melihat situasi terbaru," kata Septi.