Kumparan Logo

Jangan Asal Bawa Pulang, Ini Barang Hotel yang Boleh dan Tak Boleh Diambil Tamu

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kamar hotel. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kamar hotel. Foto: Shutterstock

Banyak traveler tergoda membawa pulang barang-barang kecil dari kamar hotel setelah menginap. Mulai dari sabun, sampo, sandal, hingga alat tulis sering dianggap sebagai “bonus” yang bebas dibawa pulang. Namun, tidak semua barang di kamar hotel boleh diambil begitu saja.

Dilansir Travel and Leisure, profesor bidang operasional dan teknologi perhotelan di University of Nevada, Las Vegas, Mehmet Erdem, mengatakan perlengkapan mandi sekali pakai umumnya memang diperbolehkan untuk dibawa tamu.

Barang seperti sabun batang, sampo, kondisioner, hingga sandal hotel sekali pakai biasanya memang disediakan untuk penggunaan pribadi tamu selama menginap.

Ilustrasi kamar hotel. Foto: Edvard Nalbantjan/Shutterstock

Selain itu, alat tulis seperti pena, pensil, dan kertas catatan yang tersedia di kamar juga umumnya boleh dibawa pulang.

Namun, Erdem menegaskan hampir semua barang lain masuk dalam kategori tidak boleh diambil. Barang-barang seperti handuk, sprei, sarung bantal, jubah mandi, pengering rambut, setrika, hingga buku atau majalah di kamar hotel sebaiknya tetap ditinggalkan di tempatnya.

“Beberapa tamu salah mengira buku atau majalah yang ada di kamar bisa dibawa pulang, padahal sering kali tidak demikian,” jelasnya.

Sampai Ubin Marmer Pun Pernah Dicuri

Ilustrasi pintu masuk kamar hotel. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Kasus kehilangan barang hotel ternyata bukan hanya soal handuk atau perlengkapan mandi. Erdem mengaku pernah mendengar ada tamu yang melepas kepala shower hingga ubin marmer Italia dari kamar hotel sebelum check-out.

Tindakan semacam itu tentu masuk kategori pencurian. Pada 2022, juru bicara Kepolisian Metropolitan Inggris mengatakan bahwa pencurian barang hotel merupakan tindak kriminal dan bisa ditindaklanjuti jika ada laporan.

Bahkan, ada tamu yang terancam hukuman penjara, karena mencuri barang hotel. Salah satu kasus terjadi di Nigeria, ketika seorang perempuan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara atau denda setelah mencuri dua handuk dari hotel Transcorp Hilton Abuja.

Bisa Masuk Daftar Blacklist

Ilustrasi lobby hotel di Mercure Jakarta Gatot Subroto. Foto: Dok. Mercure Jakarta Gatot Subroto

Selain risiko pidana, tamu yang ketahuan mencuri juga bisa dilarang menginap kembali. Sejumlah hotel disebut memiliki daftar “no stay”, yakni database tamu yang tidak lagi diterima sebagai pelanggan. Dalam beberapa kasus, data tersebut juga bisa dibagikan ke jaringan hotel lain.

Meski terlihat sepele, pencurian barang-barang kecil di hotel menimbulkan kerugian besar. Menurut American Hotel & Lodging Association, kehilangan barang akibat pencurian ringan diperkirakan merugikan industri hotel hingga 100 juta dolar AS per tahun.

Kalau Ragu, Tanya Staf Hotel

Ilustrasi pegawai hotel. Foto: Shutterstock

Jika bingung apakah suatu barang boleh dibawa atau tidak, langkah paling aman adalah bertanya langsung ke petugas hotel.

Jadi, lain kali saat tergoda membawa “suvenir” dari kamar hotel, pastikan dulu barang tersebut memang gratis untuk dibawa pulang. Jangan sampai niat bawa kenang-kenangan justru berujung masalah hukum.