Kumparan Logo

Jangan Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Ini Penjelasan Pilot

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: moonfish8/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: moonfish8/Shutterstock

Saat naik pesawat, traveler tentu paham ada aturan tak tertulis soal berpakaian di pesawat. Salah satunya adalah alasan kenapa penumpang dilarang menggunakan alas kaki seperti sandal dan sejenisnya.

Dilansir Mirror, seorang pilot membagikan alasan mengapa penumpang sebaiknya tidak mengenakan sandal jepit saat bepergian dengan pesawat. Menurutnya, pilihan alas kaki bukan hanya soal kenyamanan atau gaya, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan dalam situasi darurat.

Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: Shutterstock

Dalam akun YouTube-nya, pilot bernama Captain Steeeve, mengatakan banyak penumpang memilih sandal jepit saat bepergian ke destinasi pantai atau negara beriklim hangat, karena dianggap praktis dan nyaman. Namun, kondisi di pesawat bisa berubah sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat yang mengharuskan evakuasi cepat.

“Bayangkan Anda harus keluar dari pesawat dengan tergesa-gesa saat keadaan darurat,” ujarnya.

Menurutnya, sandal jepit atau alas kaki terbuka berisiko mudah terlepas ketika penumpang harus berlari, berjalan cepat, atau meluncur melalui perosotan darurat pesawat.

Jika sandal terlepas, penumpang bisa terpaksa berjalan tanpa alas kaki di permukaan panas, pecahan benda, atau medan kasar di sekitar area evakuasi.

Alas Kaki yang Sebaiknya Digunakan Penumpang

Ilustrasi penumpang pesawat mengenakan kaus kaki. Foto: Nattawit Khomsanit/Shutterstock

Sebagai gantinya, ia menyarankan penumpang mengenakan sepatu tertutup bertali, agar tetap menempel di kaki saat proses evakuasi.

Selain alas kaki, ia juga menyarankan penggunaan pakaian berbahan katun yang menutupi tubuh, seperti lengan panjang dan celana panjang.

Menurutnya, bahan katun lebih baik dalam menyerap panas dan dapat membantu mengurangi risiko luka bakar atau cedera bila terjadi evakuasi darurat.

Pernyataan tersebut pun memicu diskusi di media sosial mengenai pentingnya mempertimbangkan faktor keselamatan saat memilih pakaian untuk penerbangan, bukan sekadar kenyamanan selama perjalanan.