Kumparan Logo

Jangan Pernah Unggah Boarding Pass ke Media Sosial, Ini Bahayanya

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock

Saat naik pesawat, tak sedikit traveler yang mengunggah boarding pass mereka ke media sosial. Selain agar terlihat eksis di media sosial, mengunggah boarding pass biasanya dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita sedang liburan.

Bila kamu salah satunya, sebaiknya mulai meninggalkan kebiasaan buruk ini. Sebab, mengunggah foto boarding pass ke media sosial ternyata berbahaya. Ini alasannya.

Ilustrasi boarding pass yang didapat dari check in online. Foto: Shutterstock

Dilansir Sydney Morning Herald, senior perusahaan keamanan siber Australia-Pasifik NortonLifeLock, Mark Gorrie, mengungkapkan bahwa boarding pass menyimpan banyak informasi pribadi kita yang tercetak dalam satu kertas.

"Rincian pribadi, seperti email, alamat rumah, dan nomor telepon yang ditautkan ke akun maskapai penerbangan dapat terungkap dan bahkan memberikan kemampuan kepada penjahat dunia maya untuk mengubah rencana perjalanan Anda," katanya.

embed from external kumparan

Gorrie pun menjelaskan, kasus bocornya informasi pribadi dalam boarding pass juga pernah terjadi pada mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Tepatnya pada 2019 lalu, sang perdana menteri terkena serangan siber akibat boarding pass miliknya bocor di media sosial.

"Seperti yang terjadi dengan Tony Abbott, nomor paspor dan nomor teleponnya mudah ditemukan dengan sedikit usaha dari pihak peretas," lanjutnya.

Boarding Pass Simpan Banyak Informasi Pribadi

Ilustrasi boarding pass Foto: Shutterstock

Hal serupa juga diungkapkan oleh pakar keamanan teknologi, Brian Krebs yang menyatakan jika mengunggah foto boarding pass berarti sama saja memberikan informasi lengkap soal data diri. Terlebih jika diunggah di sosial media yang bisa dilihat oleh siapa pun dan dari berbagai belahan bumi mana saja.

Seorang travel blogger bernama Steve Hui juga pernah mencoba untuk membuktikan hal ini. Kala itu, seorang temannya memngunggah foto boarding pass miliknya ke Facebook.

Boarding pass economy class Garuda Indonesia yang baru. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Hui pun mencoba membuktikan kabar yang selama ini beredar. Tak disangka, setelah ia memasukkan nomor pemesanan pada suatu situs web, Hui pun mendapatkan informasi yang cukup banyak.

Dirinya dapat mengetahui nomor kursi, pembayaran tiket, detail frequent flyer, bahkan empat digit terakhir nomor kartu kredit. Bahkan jika ingin pun Hui bisa mengubah tempat duduk, menukar makanan, atau membatalkan perjalan.

"Secara teknis, Anda dapat dengan mudah meretas ke akun seseorang," ucapnya.

Unggah Boarding Pass Beri Celah Peretas

Ilustrasi peretasan. Foto: Shutter Stock

Parahnya lagi, mengunggah boarding pass ke media sosial juga membuat para peretas dapat dengan mudah mendapatkan banyak informasi dari sang pemilik bahkan mengubah penerbangan sekalipun.

Peretas bahkan dapat menemukan Passenger Name Record (PNR) penumpang mana pun menggunakan kode enam digit yang dicetak pada boarding pass dan tiket bagasi. Mendapatkan akses ke kode PNR juga memungkinkan peretas untuk melakukan segala macam hal dengan informasi pribadi, termasuk mencuri miles, mengubah kursi dan makanan, atau bahkan mengubah email dan nomor telepon pelanggan untuk membatalkan atau mengubah reservasi penerbangan dengan layanan pelanggan. Duh, ngeri ya!

Mengunggah foto boarding pass ke media sangat berbahaya. Apalagi jika ada yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.

Yuk, mulai sekarang setop unggah foto boarding pass kamu ke media sosial.