Kumparan Logo

#JelajahLebihJauh dengan Kunjungi 5 Desa Wisata di Lombok Ini

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi desa wisata di Lombok Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi desa wisata di Lombok Foto: Dok. Kemenparekraf

Saat mendengar Lombok, mungkin yang terlintas di benakmu adalah keindahan pantai atau keeksotisan tiga gilinya yang memesona. Tapi tunggu dulu, enggak hanya itu, destinasi wisata #DiIndonesiaAja ini juga memiliki sederet desa wisata yang menarik dikunjungi wisatawan.

Keunikan desa wisata di Lombok tidak hanya terletak pada pemandangannya yang eksotis, tetapi juga keragaman budaya dan tradisi yang dimiliki. Karena potensinya yang besar pula, desa wisata masuk sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke salah satu desa wisata di Lombok Foto: Dok. Kemenparekraf

Bahkan, dalam kunjungan ke 50 desa wisata di Indonesia beberapa waktu yang lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, mengatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman yang berkesan saat menginap di desa wisata. Hal inilah yang membuatnya yakin bahwa desa-desa wisata di Indonesia akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional.

Alhamdulillah program visitasi menjadi sebuah perjalanan spiritual, saya sangat terharu di setiap desa, saya diterima dengan begitu hangat, dan di beberapa desa saya tidur dan menginap di rumah masyarakat dan juga homestay yang ada di sana penuh dengan kehangatan. Sebelumya saya berpikir bahwa kita yang akan membangun desa termasuk desa wisata, tapi setelah visitasi di lebih dari 50 desa wisata, saya meyakini desa yang akan membangun Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam siaran pers, “Tuntaskan Visitasi 50 Desa Wisata, Menparekraf Yakini Kebangkitan Ekonomi dari Desa”

Nah, dari sekian banyak desa wisata yang ada di Indonesia, kamu bisa memulainya dari lima desa wisata di Lombok ini. Mulai dari desa yang menjadi tempat tinggal suku asli Lombok, yaitu Suku Sasak hingga desa yang jadi surga kecil di kaki Gunung Rinjani.

Berikut lima desa wisata di Lombok yang menarik untuk disambangi.

1. Desa Wisata Tetebatu

Desa Tetebatu, Lombok. Foto: Miroslava Rizmanova/Shutterstock

Desa Wisata Tetebatu adalah satu dari sekian banyak desa wisata indah di Lombok yang bisa kamu datangi. Terletak di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), desa ini disebut sebagai surga kecil di kaki Gunung Rinjani.

Desa Tetebatu menyuguhkan panorama pegunungan dan persawahan yang subur nan hijau memesona. Menariknya lagi, kontur tanahnya yang seperti anak tangga memberikan pemandangan unik tersendiri bagi wisatawan.

Tak hanya itu, desa ini menjadi salah satu tempat untuk menikmati pemandangan di kaki selatan Gunung Rinjani. Selain menyuguhkan pemandangan yang indah, saat berkunjung ke desa ini kamu juga bisa berinteraksi dengan penduduk lokal Suku Sasak.

Berbagai fasilitas juga tersedia di desa ini, seperti homestay, rumah makan, dan perkebunan hortikultura yang hasilnya cocok dijadikan sebagai buah tangan. Pengalaman berwisata di sini akan me-recharge energi setelah penat dengan aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, Desa Tetebatu secara resmi mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Terdapat enam keunggulan yang menjadi daya tarik wisata di Desa Tetebatu. Di antaranya warisan budaya, wisata alam air terjun yang terdapat lebih dari tiga titik, bumi perkemahan, wisata ramah lingkungan, dan rute lintasan sepeda gunung. Meski belum berhasil menang, Desa Tetebatu adalah salah satu desa wisata yang dapat dicontoh dan sayang untuk dilewatkan.

2. Desa Wisata Sade

Penduduk di Kampung Suku Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Belum lengkap rasanya jika tak berkunjung ke Desa Wisata Sade yang menjadi ikon Lombok. Desa Sade adalah desa tempat bermukimnya Suku Sasak yang merupakan suku asli masyarakat Lombok. Kabarnya kebudayaan suku ini juga tercatat dalam Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Nala dari Kerajaan Majapahit.

Keunikan Desa Sade terdapat pada bangunan-bangunan rumah penduduknya yang masih menjaga keaslian adat istiadat. Bagian atap terbuat dari ijuk jerami atau rumbia. Untuk dinding atau bilik semuanya dari bambu, sedangkan lantainya dibuat dari campuran getah pohon, abu jerami dan tanah liat.

Selain keunikan rumah-rumah penduduknya, Desa Sade juga memiliki tradisi unik yang masih dipertahankan hingga saat ini, yaitu kawin culik. Tradisi ini adalah ketika pria menculik si gadis dari rumahnya yang tak boleh diketahui oleh orang tuanya.

Setelah si pria mengungkapkan isi hatinya kepada keluarga si perempuan, maka barulah diadakan pernikahan dengan membawa si gadis kembali ke rumahnya yang disebut ‘nyokolan’ dan kemudian dilanjutkan dengan pernikahan. Selain itu, ada pula atraksi budaya yang digelar oleh penduduk desa di hari-hari tertentu. Beberapa di antaranya yang populer di kalangan para wisatawan adalah Tari Paresean, Tari Gendang Beleq, dan Tari Amaq Temenges.

Pengrajin Kain di Desa Sade, Lombok Foto: Bella Cynthia Ratnasari

Selain tradisi dan kebudayaannya yang unik, Desa Sade juga dikenal sebagai pembuat kain tenun yang khas. Hal ini dikarenakan para perempuan di Desa Sade sangat mahir membuat kain tenun. Mereka sudah mulai menenun sejak usia 9 tahun dan itu merupakan sebuah kewajiban bagi seorang wanita di Desa Sade untuk bisa menenun.

Kamu pun bisa belajar menenun bersama para pengrajin lokal. Jangan lupa bawa pulang kain tenun buatanmu untuk kenang-kenangan, ya!

Mau yang gampang-gampang saja? Kamu bisa membeli langsung kain tenun yang dijual di Desa Sade, dengan begitu kamu pun turut mendukung #BeliKreatifLokal para pelaku UMKM setempat.

Desa ini berada di daerah Rambitan yang juga tak jauh dari pusat kota. Tepatnya bisa kamu temukan di Kecamatan Puju, Kabupaten Lombok Tengah. Hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit dari Bandara Internasional Lombok.

3. Desa Sembalun Lawang

Pesona keindahan Sembalun Seven Wonders Foto: Dok. Kemenparekraf

Bergeser ke bagian utara kaki Gunung Rinjani, kamu juga bisa menemukan desa yang tak kalah menariknya, yaitu Desa Sembalun Lawang. Desa ini terletak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Berada di ketinggian sekitar 1.156 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sembalun Lawang menyuguhkan pemandangan alam indah mulai dari hijaunya pepohonan hingga persawahan yang menawan. Belum lagi udaranya yang sejuk khas pegunungan, membuat wisatawan seakan betah untuk berlama-lama di tempat ini.

Selain menyuguhkan pemandangan menakjubkan, Sembalun Lawang memiliki destinasi yang menarik disambangi. Salah satunya adalah Desa Adat Beleq yang menjadi cikal bakal masyarakat Sembalun.

Kemudian buat kamu yang ingin #JelajahLebihJauh, kamu juga bisa mendaki ke bukit yang pernah hits seantero jagad sosial media yaitu Bukit Pergasingan.

Nah, Bukit Pergasingan ini jadi booming karena treknya yang cukup menantang. Untuk ukuran bukit, Pergasingan punya beberapa titik trek ekstrem, meskipun tak seekstrem jalur pendakian di Rinjani.

Savana Dandaun merupakan destinasi wisata menarik berikutnya yang bisa kamu kunjungi di Sembalun Lawang. Sesuai namanya, tempat ini menyuguhkan padang rumput yang luas dikelilingi oleh bukit-bukit dengan pemandangan ke puncak Gunung Rinjani. Tempat ini selalu ramai digunakan untuk camping dan aktivitas alam bebas lainnya. Trekking menuju ke Savana Dandaun menghabiskan waktu sekitar 1-1,5 jam jalan kaki dari Dusun Telaga, Desa Sembalun Lawang.

kumparan getaway di Bukit Siswa, Sembalun Lawang. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Buat yang ingin pengalaman lebih menantang, kamu juga bisa menjajal kegiatan paralayang di Bukit Lawang. Spot Bukit Lawang cocok untuk pemula atau pilot paralayang yang sudah mahir. Bagi pemula, disarankan untuk menggunakan jasa pemandu, ya! Nah, buat kamu yang ingin menjajal kegiatan tersebut kamu bisa menghubungi pengelola yang ada di desa wisata Sembalun Lawang.

Biaya sekali terbang paralayang dari bukit Sembalun Lawang sekitar Rp1,2 juta. Harga tersebut sudah termasuk transportasi antar jemput lokasi Sembalun, glider paralayang, air, tandem pilot, porter, kamera Gopro, helm, dan kartu memori.

Puas main paralayang, kamu juga bisa menjajal agrowisata di desa ini. Ya, di sepanjang jalan utama Sembalun Lawang, ada banyak wisata petik stroberi yang dikelola langsung oleh warga. Mereka memanfaatkan beberapa petak kebun stroberinya untuk dijadikan agrowisata. Di sini kamu bisa merasakan sensasi memetik buah stroberi langsung dari pohonnya sembari berswafoto. Soal harga, tentunya cukup terjangkau. Satu kilogram (kg) stroberi segar dibanderol sekitar Rp50 ribu saja.

Kamu pun tak perlu khawatir soal fasilitas penunjang pariwisata di Desa Sembalun Lawang. Desa ini juga sudah tersedia seperti hotel, homestay, restoran, rumah makan, warung, kedai kopi, dan lain sebagainya. Fasilitas umum seperti tempat ibadah, toilet umum, hingga tempat parkir juga sudah tersedia.

4. Desa Adat Ende

Desa Adat Ende di Lombok. Foto: raditya/Shutterstock

Desa Adat Ende juga merupakan rumah bagi Suku Sasak, suku asli dari Lombok. Sampai saat ini Suku Sasak masih mempertahankan adat istiadat mereka.

Desa Adat Ende berjarak sekitar 9,1 kilometer dari Bandar Udara Internasional Lombok. Lokasinya cukup mudah dijangkau kendaraan. Sebab, posisi desa ini berada di Jalan Raya Kuta Lombok.

Saat mengunjungi desa ini, pemandangan pertama yang akan kamu temukan adalah rumah-rumah warga yang berjejer rapi dengan ukuran sekitar 5x7 meter. Semua rumah dibangun seragam, berdinding anyaman bambu, beratapkan ilalang nampak sederhana dan masih sarat dengan adat istiadat.

Selain rumahnya yang unik, masyarakat Ende juga masih mempertahankan tradisi lain. Mereka membangun lantai rumah dari kotoran sapi. Tak hanya sebagai bahan baku saat membangun lantai, untuk merawatnya pun mereka mengepel lantai rumah menggunakan kotoran sapi. Kotoran sapi yang digunakan juga bukan sembarangan. Warga akan menggunakan kotoran yang baru saja dikeluarkan oleh sapi. Artinya, bukan menggunakan kotoran yang telah mengendap beberapa hari. Meskipun diluluri dengan kotoran sapi, tidak tercium aroma tak sedap di desa itu. Ternyata penggunaan kotoran sapi pada lantai dan dinding di rumah Suku Sasak ini juga punya tujuan lain, yakni kotoran sapi dianggap mengandung zat yang bisa mengusir nyamuk dan memberikan efek hangat di dalam ruangan rumah.

Selain mempertahankan bentuk dan tradisi bangunan yang diwariskan secara turun temurun, masyarakat Ende juga melestarikan adat istiadat lain yaitu kewajiban perempuan untuk bisa menenun. Keahlian ini wajib dikuasai perempuan Ende sebelum menikah. Sehingga tak heran, saat berkunjung ke Desa Adat Sasak Ende, kamu akan melihat kaum ibu atau pun anak perempuan yang tengah menenun. Selain melihat, kamu juga bisa mencoba langsung, lho!

Tak hanya menjajal menenun, kamu juga bisa membeli langsung kain-kain tenun bikinan Suku Sasak. Wisatawan yang telah selesai berkeliling area desa, bisa mampir sejenak ke pusat kerajinan untuk membeli kain tenun sebagai buah tangan. Harganya beragam dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah.

5. Kampung Ekowisata Kerujuk

Ilustrasi desa wisata di Lombok. Foto: Said Safri/Shutterstock

Kampung Ekowisata Kerujuk bisa dibilang sebagai desa yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Sempat terkena dampak besar karena bencana longsor dan banjir pada tahun 2002 lalu, Kampung Ekowisata Kerujuk mampu bangun dan bangkit kembali.

Kebangkitan Kampung Ekowisata Kerujuk tak terlepas dari tangan-tangan kreatif warganya. Kreativitas warga lokal untuk mengembangkan wisata berbasis kearifan lokal (ekowisata) membuat desa wisata ini berhasil menarik minat wisatawan.

Di desa wisata ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman wisata berbasis lingkungan dan budaya sekaligus. Ada banyak kegiatan yang ditawarkan untuk pengunjung.

Di antaranya kamu bisa menjajal kegiatan trekking, walking tour (tur jalan kaki) keliling desa, susur sungai, serta menjajal area camping ground. Bagi para pecinta lingkungan, kamu juga bisa berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon di areal kampung.

Menariknya, pengunjung juga bisa mencoba beberapa permainan tradisional khas Lombok yang sudah jarang ditemui yaitu permainan Silong Treng atau gelang bambu.

Selain paket wisata menarik yang ditawarkan, warga Kampung Ekowisata Kerujuk juga membuat dan menjual kerajinan tangan untuk wisatawan. Beberapa di antaranya adalah gantungan kunci, miniatur berugak (rumah adat), bale balak (rumah panggung).

Sementara itu, untuk wisata kuliner kamu bisa mencicipi berbagai makanan dan minuman khas seperti nira jahe (air nira dicampur jahe), kerake (parutan kelapa dicampur ketan atau nasi dan gula aren), gogos ( terbuat dari parutan kelapa singkong dan gula merah dibakar). Kerujuk juga menghasilkan minyak kelapa virgin coconut oil (VCO) yang memiliki banyak manfaat untuk kecantikan dan kesehatan tubuh.

Penasaran? Kamu bisa datang langsung ke kampung yang terletak di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang ini.

Sudah menentukan desa wisata mana yang ingin kamu kunjungi saat liburan di Lombok? Jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Selalu terapkan 6M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Dan enggak kalah pentingnya, yuk segerakan vaksinasi agar imun kita semakin kuat!

Kamu juga bisa cek lokasi-lokasi usaha pariwisata yang sudah mengantongi sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, environmental sustainability) atau (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan)

Buatmu yang ingin selalu mendapatkan informasi terkini seputar ekonomi kreatid dan destinasi pariwisata Indonesia, jangan lupa follow akun Facebook, Twitter, Instagram @pesonaid_travel, YouTube Pesona Indonesia, TikTok @PesonaIndonesiaOfficial, ya. Kamu juga bisa mengunjungi laman resmi www.indonesia.travel.