Jelang Peak Seasons, Maskapai Penerbangan Banyak Kekurangan Pilot

1 Mei 2022 17:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Pilot Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pilot Foto: Shutter stock
ADVERTISEMENT
Pandemi COVID-19 mulai melandai setelah selama dua tahun seluruh dunia terkena dampaknya. Berbagai sektor pun ikut merasakannya, mulai dari pariwisata, ekonomi, hingga industri penerbangan.
ADVERTISEMENT
Kini, pandemi itu mulai melandai dan perlahan semua sektor pun sudah mulai bangkit. Apalagi saat ini, menjelang peak seasons, seperti liburan musim panas, mudik, dan masih banyak lagi.
Dilansir Travel Pulse, maskapai penerbangan di seluruh dunia mengalami kekurangan pilot. Masalah tersebut bisa diatasi dengan memakan waktu yang cukup lama dan bisa bertahun-tahun.
Karena masalah tersebut, maskapai penerbangan harus memaksakan diri mereka mencari alternatif dan cara untuk memerangi defisit yang mereka alami.
Ilustrasi pilot bertugas menerbangkan pesawat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pilot bertugas menerbangkan pesawat Foto: Shutterstock
“Kekurangan pilot untuk industri ini nyata dan sebagian besar maskapai tidak akan dapat mewujudkan rencana kapasitas mereka karena tidak ada cukup pilot, setidaknya tidak untuk lima tahun ke depan,” kata kepala eksekutif petugas United Airlines Holdings Inc, Scott Kirby.
ADVERTISEMENT
Sekarang, maskapai penerbangan melakukan segala cara supaya mereka bisa menghindari kerugian besar. Sebab, peak seasons adalah waktunya untuk mengambil keuntungan yang sudah lama mereka tidak dapatkan.
Misalnya, maskapai penerbangan bisa meningkatkan program pelatihan mereka dengan membuka akademi pelatihan pilot. Namun, ini bukan proses yang bisa dilakukan secara cepat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ada juga maskapai penerbangan yang mengumumkan akan memangkas dan mengurangi jadwal penerbangan mereka saat peak seasons nanti.
British Airways Foto: REUTERS/Denis Balibouse
zoom-in-whitePerbesar
British Airways Foto: REUTERS/Denis Balibouse
Bahkan British Airways mengatakan kepada perusahaan pengurus bagasi untuk fokus kepada penerbangan jarak jauh demi menjaga jadwal yang ada.
Karena berfokus pada penerbangan jarak jauh, tas penumpang yang melakukan penerbangan jarak pendek maskapai tersebut akan dikirim ke tujuan masing-masing dalam beberapa hari setelah kedatangan.
Ada juga beberapa maskapai penerbangan besar yang secara tiba-tiba mengambil pilot maskapai regional. Alhasil, maskapai penerbangan regional juga ikut terdampak.
Pesawat American Airlines terparkir di Bandara Ronald Reagan, AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat American Airlines terparkir di Bandara Ronald Reagan, AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts
“Kami tidak memiliki pesawat regional yang terbang musim panas sekarang yang kami inginkan,” kata CEO American Airlines, Robert Isom.
ADVERTISEMENT
Usaha maskapai penerbangan demi memanfaatkan peak seasons tidak hanya itu. Beberapa maskapai penerbangan telah menandatangani perjanjian kontrak dengan perusahaan bus untuk mengantar penumpang yang terbang keluar dari pasar yang lebih kecil untuk terhubung di bandara utama.
American, misalnya, menggunakan motorcoach untuk mengangkut penumpang dari bandara kecil di Atlantic City, NJ, dan Allentown, PA, ke Bandara Internasional Philadelphia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020