Kabar Baik! Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Lebih Murah di Tahun Ini
·waktu baca 2 menit

Mahalnya harga tiket pesawat menjadi salah satu hal yang sering dikeluhkan traveler, khususnya mereka yang memiliki bujet pas-pasan. Meski begitu, ada kabar baik bagi kamu yang ingin naik pesawat di tahun 2024 ini, karena harga tiket penerbangan diprediksi akan menjadi lebih murah dari sebelumnya.
Dilansir Travel and Leisure, hal itu terungkap berdasarkan analisa yang dilakukan situs pemesanan penerbangan, Going.com. Mereka memprediksi bahwa harga tiket pesawat di tahun 2024, akan lebih murah dari harga tiket pesawat sebelum pandemi.
Menggembirakannya lagi, mereka menyatakan bahwa harga tiket pesawat akan turun hingga 24 persen dari harga bulan Mei 2022, yang merupakan puncak tertinggi harga tiket pesawat.
Mereka memberikan bukti penurunan tiket pesawat yang terjadi di beberapa negara baru-baru ini. Sebagai contoh, tiket penerbangan internasional Pergi Pulang (PP) ke Selandia Baru saat ini berkisar 686 dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 10,6 juta
“Tahun 2023 sudah kembali normal dalam hal harga tiket pesawat, sedangkan tahun 2024 diperkirakan akan kembali normal. Puncak harga penerbangan di bulan Mei 2022 telah hilang,” ungkap Katy Nastro, dari Going.com dalam pernyataan resminya.
"“Ke depan, kami tidak mengantisipasi perubahan besar dalam permintaan di luar musim puncak, seperti liburan musim panas atau musim dingin yang kita lihat dalam 18 bulan terakhir di mana permintaan perjalanan yang terpendam pascapandemi mendorong harga naik," lanjutnya.
Pihaknya pun menganalisis harga rata-rata tiket pesawat, dan melacak tren penurunan selama 13 dari 18 bulan terakhir. Hasilnya, harga tersebut saat ini turun 12 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.
Alasan Turunnya Harga Tiket Pesawat
Tak hanya itu, Kepala Ekonom KPMG, Diane Swonk, menyebutkan alasan yang membuat harga tiket pesawat bisa turun. Penurunan harga tiket pesawat disebabkan, karena jumlah orang yang bepergian lebih sedikit, entah itu perjalanan liburan atau bisnis.
“Ini adalah kombinasi dari berkurangnya perjalanan bisnis, karena kita belum melihat adanya peningkatan ke tingkat sebelum pandemi, harga bahan bakar yang lebih rendah, dan kapasitas yang lebih besar, karena semakin banyak pesawat yang mulai beroperasi,” kata Swonk, dalam sebuah wawancara dengan Travel and Leisure.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu maskapai penerbangan asal Amerika Serikat, Southwest Airlines. Dalam laporan pencatatan pendapatan mereka pada bulan Oktober 2023, terungkap bahwa tingkat perjalanan bisnis saat ini mengalami penurunan.
Menurut Laporan Indeks Harga Konsumen Biro Statistik Tenaga Kerja baru-baru ini, selain tren penurunan harga tiket pesawat, harga sewa mobil juga turun 10,1 persen dibandingkan tahun lalu.
