Kumparan Logo

Kala Bisnis Open Trip Kini Mulai Bergeliat Kembali di Tengah Pandemi COVID-19

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi traveler ikut open trip. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi traveler ikut open trip. Foto: Shutter Stock

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19. Larangan bepergian dengan transportasi umum hingga anjuran menjaga jarak membuat orang-orang memilih untuk tetap di rumah saja.

Akibatnya, tempat wisata ditutup untuk menghindari penyebaran COVID-19. Tak hanya itu, sejumlah pelaku wisata yang menggantungkan hidupnya pada pariwisata harus mengalami kerugian akibat virus yang berasal dari Wuhan tersebut.

Namun, kini Indonesia yang mulai memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru membuat orang-orang kembali bepergian. Pariwisata pun mulai kembali bergeliat, tak terkecuali dalam bisnis open trip.

Salah satunya adalah penyedia layanan wisata, Travel Trip. Untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata yang masih 'redup' akibat pandemi COVID-19, Travel Trip mulai membuka trip ke sejumlah tempat wisata Indonesia.

Ilustrasi traveling saat new normal. Foto: Travel Trip

Beberapa destinasi wisata yang ditawarkan adalah kepulauan Seribu, Dataran Tinggi Dieng, jelajah wisata di Ciwidey bandung, wisata di Bromo dan Malang, hingga wisata Yogyakarta-Merapi-Malang.

"Tak dipungkiri industri pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak pandemi COVID-19 ini. Sekitar 6 bulan para pelaku wisata tak mendapat penghasilan sama sekali, karena ditutupnya semua tempat wisata. Namun, di era new normal ini beberapa tempat wisata mulai dibuka kembali, karena itu Travel Trip ingin mengajak masyarakat kembali berwisata untuk membangkitkan pariwisata Indonesia" ucap Ryan Adinoer Pratama, Owner Travel Trip, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan.

Travel Trip sendiri sudah membuka open trip dari mulai tanggal 28 Juni 2020. Sejak mulai membuka kembali trip di era new normal, hingga saat ini Travel Trip sudah menggelar 14 trip dengan total peserta 1.112 orang.

Meskipun sudah mulai membuka layanan open trip ke destinasi wisata Indonesia, protokol kesehatan tetap dijalankan ketat oleh Travel Trip. Seperti pengecekan suhu tubuh secara berkala, menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah memasuki tempat wisata, serta menjaga jarak.

"Kapasitas penumpang di Bus yang digunakan untuk perjalanan pun dibatasi hanya sekitar 70 persen saja, hal itu guna menjaga jarak aman para peserta trip. Sejumlah protokol kesehatan itu diterapkan agar para peserta trip bisa berlibur dengan aman dan nyaman," pungkas Ryan.