Food & Travel
·
18 Oktober 2020 15:10

Kampanye Satire Badan Pariwisata Berlin: 'Jari Tengah' Bagi Kaum Anti-Masker

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kampanye Satire Badan Pariwisata Berlin: 'Jari Tengah' Bagi Kaum Anti-Masker (18825)
Ilustrasi orang memakai masker N95. Foto: Shutter Stock
Baru-baru ini, Otoritas pariwisata Berlin telah meluncurkan kampanye iklan yang kontroversial. Hal itu lantaran, iklan yang dibuat menampilkan seorang wanita tua yang mengacungkan jari tengah kepada orang-orang yang menolak untuk memakai masker.
ADVERTISEMENT
Dalam iklan tersebut, tampak wanita memakai masker bermotif bunga sedang mengacungkan jari tengah dengan ekspresi wajah marah yang ditandai dengan mata terbelalak. Kemudian, di atas foto wanita tersebut tertulis ''Jari tengah untuk semua orang yang tidak memakai masker."
Visit Berlin dan Senat Berlin pada hari Selasa (12/10) meluncurkan iklan berjudul "Kami mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona," yang bertujuan untuk menekan penyebaran lebih lanjut dari virus COVID-19 dan untuk menyoroti pentingnya menjaga kesehatan para lansia-kaum yang paling rentan tertular.
Kampanye Satire Badan Pariwisata Berlin: 'Jari Tengah' Bagi Kaum Anti-Masker (18826)
Seorang pria menggunakan masker berjalan di Cologne, Jerman. Foto: REUTERS / Thilo Schmuelgen
Namun iklan tersebut langsung menuai kritik di media sosial, dengan beberapa menyebut iklan tersebut menghina. Dilansir DW, anggota senat Berlin, Marcel Luthe, mengatakan dia telah membuat pengaduan resmi kepada polisi tentang iklan tersebut.
ADVERTISEMENT
Pengaduan tersebut terkait dengan hal-hal yang memicu kebencian terhadap orang-orang yang tidak bisa memakai masker, seperti anak kecil atau orang yang menderita komplikasi kesehatan. Namun, juru bicara Visit Berlin menyatakan, kampanye itu bertujuan untuk menyoroti pentingnya melindungi kesehatan para lansia.
Christian Taenzler, juru bicara Visit Berlin, mengatakan poster tersebut merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas. Taenzler juga menyebut iklan tersebut dibuat dengan memainkan selera humor khas Berlin yang unik dan satire.
Kalimat tersebut menyiratkan kata "menunjuk dengan jari" saat wanita itu sebenarnya terlihat mengangkat jari tengahnya. Otoritas pariwisata mengatakan kontradiksi itu disengaja.
"Itu adalah citra yang provokatif," kata Taenzler, menambahkan bahwa kampanye akan terus berlanjut tetapi foto itu akan dicabut.
ADVERTISEMENT
Tänzler juga menyebut, iklan itu memiliki corak khas Berlin. Ia mengungkapkan, warga Berlin sangat terkenal dengan komunikasi langsung mereka.
"Kami menggunakannya dengan cara yang sangat langsung untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak menghormati aturan," ujarnya.
Sementara itu, Lorenz Maroldt, pemimpin redaksi surat kabar Berlin Der Tagesspiegel termasuk satu di antaranya. Ia mengatakan, masyarakat Berlin akan lebih teredukasi jika iklan yang dibuat dengan konsep ''Berlin Klasik'' tanpa politik corona yang disfungsional dari Senat
Terlepas dari itu, beberapa pihak berpendapat bahwa kampanye tersebut telah mencapai tujuannya. Surat kabar lokal Tagesspiegel mengatakan bahwa kampanye berbentuk satire tersebut lebih dipahami oleh penduduk Berlin. Visit Berlin mengatakan, kontradiksi dalam iklan memang disengaja.
"Kelompok sasaran kami adalah orang-orang yang tidak menghormati kehidupan orang lain. Kalau ada orang yang merasa diserang secara pribadi karena tidak bisa memakai masker, itu bukan tujuan kami. Saya minta maaf untuk itu," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).