Kumparan Logo

Kampung Ampel, Wisata Religi & Belanja yang Selalu Ramai di Surabaya

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pasar Ampel, Surabaya. (Foto: Flickr/Sarimukti Werdiningsih)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pasar Ampel, Surabaya. (Foto: Flickr/Sarimukti Werdiningsih)

Bagi warga Kota Pahlawan, kawasan Ampel sudah lama menjadi destinasi wisata religi wajib menjelang dan selama bulan Ramadhan. Sebab, bisa dibilang Ampel menyajikan paket wisata religi yang lengkap, mulai dari ziarah, belanja, hingga kuliner.

Salah satu agenda wajibnya adalah ziarah ke makam Sunan Ampel. Sunan Ampel adalah pendiri Masjid Ampel sekaligus bagian dari Wali Songo, perintis penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

instagram embed

Kamu bisa mengamati arsitektur akulturasi Arab dan China pada Masjid Ampel. Hal itu dikarenakan Sunan Ampel adalah anak dari Sunan Gresik dengan putri Raja Champa, Dewi Chandrawulan. Sunan Ampel sendiri lahir di Champa, kerajaan Islam di Vietnam Selatan.

Selain makam Sunan Ampel, peziarah juga bisa menengok makam sang istri, Nyai Condrowati, diletakkan bersebelahan. Ada pula lima kerabat Sunan Ampel yang dimakamkan di kompleks itu.

instagram embed

Mengunjungi Masjid Ampel rasanya tak lengkap jika tidak mampir ke kampung Arabnya. Terletak di Jalan Ampel Suci dan Jalan Ampel Masjid, kamu bisa belanja berbagai pernak-pernik Muslim. Mulai dari gamis, mukenah, peci, parfum, hingga kosmetik Arab. Wisata belanja dipusatkan dalam sebuah lorong panjang yang padat barang dagangan.

instagram embed

Jangan lupa juga mencicipi kuliner khas Timur Tengah yang ditawarkan di depot-depot kawasan Ampel. Mulai dari roti maryam, nasi kebuli, kebab, nasi briyani, nasi kabsah, dan berbagai olahan kambing bisa kamu temukan di sana. Di antara warung khas Timur Tengah, yang tidak boleh kamu lewatkan adalah Depot Yaman Kuliner dan Warung Kopi Arab Ibu Very.

instagram embed

Karena bulan Ramadhan adalah peak season bagi kawasan wisata religi ini, kampung Ampel buka hampir 24 jam. Mulai dari pukul 08.00 hingga subuh lagi, banyak pedagang yang non-stop menjajakan barangnya untuk memanfaatkan momen Ramadhan.