Kumparan Logo

Kampung Melayu BML, Desa Wisata yang Ada di Tepi Sungai Terpanjang di Indonesia

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Desa Wisata Kampong Melayu BML di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Foto: Kemenparekraf RI
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Desa Wisata Kampong Melayu BML di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Foto: Kemenparekraf RI

Dalam rangka Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Uno, mengunjungi Desa Wisata Kampong Melayu BML di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Setibanya di Waterfront pintu jalan Barito, Menparekraf disambut dengan tradisi palang pintu, aksi silat, serta tradisi tabur beras kuning.

Tidak lupa dalam penyambutan, juga ada Tari Jepen yang merupakan tari tradisional yang menggambarkan kebudayaan Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja.

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Kampung Melayu BML, Sandiaga Uno, menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Barat bisa terus ditingkatkan.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Desa Wisata Kampong Melayu BML di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Foto: Kemenparekraf RI

”Untuk siapa? Untuk masyarakat. Kami yakin dengan kebersamaan, kita bangun pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan selamat Desa Wisata Kampung Melayu BML," kata Sandiaga Uno, dalam siaran pers yang diterima kumparan.

Desa Wisata Kampung Melayu BML masuk dalam 50 desa wisata terbaik ADWI 2022. Penilaian untuk desa wisata ini dinilai dari 7 kategori, yaitu daya tarik pengunjung, suvenir, homestay, toilet umum, digital dan kreatif, CHSE, dan kelembagaan desa.

Desa Wisata Kampung Melayu BML sendiri memiliki banyak keunggulan yang bisa ditawarkan untuk wisatawan, seperti pemandangan yang indah, serta kisah sejarah dan keanekaragaman budaya yang berada di sana.

Untuk menuju Desa Kampong Melayu BML yang berada di tepi Sungai Kapuas ini, para wisatawan harus menempuh jarak 16 km atau sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Supadio.

Sungai Kapuas Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Karena berada di sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang 1.143 kilometer, desa wisata ini memiliki atraksi wisata susur Sungai Kapuas yang ditempuh dalam waktu 45 menit.

Selain itu, di sana juga terdapat Promanade Waterfront yang merupakan salah satu kawasan ruang terbuka dan saat ini menjadi tempat bersantai, sekaligus spot kulineran, juga tempat bermain anak.

Ada pula tarian gabungan empat etnis, yaitu Tionghoa, Dayak, Melayu, dan Madura. Tarian ini adalah hasil kreasi baru yang menggambarkan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat dalam heterogenitas komunitas masyarakatnya.

Kemudian, Tundang (Pantun Gendang) adalah kesenian tradisional asli Kalimantan Barat yang dibawakan secara verbal dan diiringi alat musik gendang dan lainnya. Pantun atau syair yang terdengar berirama, biasanya menyampaikan pesan tentang keadaan atau suasana sekitar.