Dampak Terkini Gempa dan Tsunami Palu pada Sektor Perhotelan

Tsunami Palu yang terjadi pada Jumat (28/9) kembali menggoreskan luka di hati masyarakat Indonesia. Bencana alam berkekuatan 7.4 magnitudo tersebut tak hanya memakan banyak korban, tetapi juga meluluhlantakkan sarana infrastruktur, tak terkecuali hotel berbintang.
Seperti laporan resmi yang diterima redaksi kumparanTRAVEL dari Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar, Senin (1/10/2018) yaitu menginformasikan bahwa gempa bumi yang terjadi di Palu hari Jumat yang lalu mengakibatkan beberapa bangunan hotel menjadi terdampak.
Hotel-hotel yang terdampak gempa dan tsunami Palu yaitu: Hotel Roa-Roa berlantai delapan di Jalan Pattimura terdampak berat (80 kamar) (Sumber: BNPB, 30 Sept 2018), Santika Palu Hotel (140 kamar) terdampak berat, Mercure Palu Hotel (130 kamar) terdampak berat; Swissbell Hotel Silae Palu (126 kamar) terdampak.

Dari keempat hotel terdampak yang tertulis di atas, kumparanTRAVEL berhasil menghubungi dan mengkonfirmasi keadaan terkini dari dua hotel yaitu Swiss-belhotel Silae Palu dan Mercure Palu Hotel. Dua hotel lainnya yaitu Hotel Roa-Roa dan Santika Palu Hotel belum dapat memberikan konfirmasi sampai dengan berita ini diturunkan.
Konfirmasi pertama kami dapatkan dari Swiss-Belhotel Silae yang berlokasi di Jl. Malonda No. 12, Silae, Palu. Harshanty Kaloko, Regional Director of Public Relations and Promotion Swiss-Belhotel International menuturkan, bahwa Swiss-Belhotel Silae Palu juga mengalami kerusakan sama seperti bangunan lainnya. Sayangnya, kondisi hotel berisi 126 kamar ini belum dapat dipastikan.
"Kondisi hotel saat ini pastinya mengalami beberapa kerusakan, seperti bangunan lainnya di Palu.
Hanya saja untuk detailnya, sejauh apa kerusakannya kita belum dapat kepastian dari tim yang berada di sana, karena kondisi kota juga masih berantakan dan jaringan telepon, listrik, serta lainnya juga masih putus sambung," ujar Harshanty, saat dihubungi kumparanTRAVEL, Senin (1/10).
Meski kondisi terkini dari gedung hotel belum dapat diketahui, pihak Swiss-Belhotel Silae Palu mengungkapkan, bahwa seluruh tamu dikabarkan selamat. Hal ini disampaikan oleh pihak Swiss-Belhotel melalui akun media sosial Instagram mereka.
Pernyataan dalam postingan Instagram itu pun didukung oleh Harshanty. Ia mengungkapkan bahwa para tamu yang selamat dari bencana tsunami Palu diungsikan ke daerah perbukitan sekitar hotel untuk alasan keselamatan.
"Staf dan tamu yang berada di hotel saat kejadian sejauh ini selamat dan masih diungsikan ke daerah perbukitan sekitar hotel, tapi kemarin (Minggu), beberapa sudah minta supaya diantarkan ke bandara. Jadi memang ada yang sudah diantarkan atas permintaan mereka sendiri," tambah Harshanty.
Karena kerusakan hotel disebabkan oleh bencana alam dan seluruh tamu dikabarkan selamat, maka pihak Swiss-Belhotel Silae Palu pun tidak memberikan ganti rugi.
“Ini sifatnya force majeure, bencana alam, dan so far semua tamu dikabarkan selamat, jadi tidak ada penggantian,” katanya.

Konfirmasi selanjutnya datang dari Hotel Mercure Palu yang lokasinya berada persis di depan Teluk Palu, dekat dengan Masjid Apung Palu dan Jembatan Palu IV.
"Mercure Palu telah mengalami kerusakan sebagai akibat dari gempa yang melanda. Fokus kami saat ini adalah pada keamanan dan keselamatan tamu dan staf kami.
Kami telah meminta bantuan penyelamatan untuk memeriksa dan menolong bila masih ada yang berada di dalam bangunan hotel," jelas Asisten PR & Communication Manager Accor Hotel Indonesia dan Malaysia, Chrisna Rianti.
