Kumparan Logo

Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timteng, Fokus Garap Pasar Asia & Indonesia

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah wisatawan asing menikmati suasana pantai Kuta, KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/10/2025).  Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah wisatawan asing menikmati suasana pantai Kuta, KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/10/2025). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng) mulai berdampak pada sektor pariwisata global, termasuk Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satu yang dilakukan adalah mengalihkan fokus pasar wisata.

"Terjadi penyesuaian strategi pasar. Kami melihat adanya potensi penurunan wisatawan dari kawasan Timur Tengah dan sebagian Eropa," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Penurunan ini, menurutnya, tidak lepas dari terbatasnya akses transportasi udara. Sejumlah maskapai besar dari kawasan Timur Tengah dilaporkan menghentikan atau mengurangi frekuensi penerbangan, yang berdampak langsung pada mobilitas wisatawan.

Sebagai respons, Kemenpar kini mengarahkan perhatian pada pasar alternatif yang dinilai lebih stabil.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu menanggapi kabar kedatangan grup dunia BTS ke Indonesia saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

"Kami mulai mengoptimalkan peluang dari kawasan Asia dan Australia sebagai sumber wisatawan potensial," jelas Vinsensius.

Tidak hanya mengandalkan wisatawan mancanegara, pemerintah juga memperkuat sektor wisata domestik. Berbagai agenda pariwisata disiapkan untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara ke berbagai daerah.

Kemenpar sendiri telah mengkurasi sekitar 125 event unggulan dari total ribuan usulan kegiatan yang masuk. Menariknya, sebagian besar agenda tersebut mengangkat tema budaya lokal.

"Sekitar 90 persen dari event yang kami siapkan berbasis budaya. Ini menjadi daya tarik utama yang membedakan pariwisata Indonesia," kata Vinsensius.

Ia menekankan bahwa wisatawan domestik tetap menjadi tulang punggung industri pariwisata nasional. Dengan kekuatan tersebut, pemerintah optimistis potensi penurunan kunjungan akibat konflik global dapat diimbangi.

Melalui strategi diversifikasi pasar dan penguatan wisata dalam negeri, Kemenpar berharap sektor pariwisata tetap tangguh menghadapi dinamika global yang tidak menentu.