Kemenparekraf Tegaskan SDM Pariwisata Berperan Penting Kembangkan Desa Wisata

19 September 2023 16:00
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wisatawan asing membawa papan surfing di pinggiran pantai wisata Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu (14/12/2022). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kemenparekraf mendorong warga dan pelaku pariwisata untuk memperkuat sinergisitas antar anggota masyarakat dan lembaga dalam satu desa, maupun dengan desa wisata lainnya.
ADVERTISEMENT
Kekompakan sumber daya manusia (SDM) dipandang sangat penting, mengingat SDM pelaku pariwisata memegang peran kunci dalam pengembangan desa wisata.
Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Florida Pardosi di hadapan ratusan warga dan pelaku pariwisata dari 3 desa di Lombok Utara, NTB, saat membuka sosialisasi Sadar Wisata 5.0, Jumat (15/9/2023).
“Setiap desa memiliki ciri khas dan daya tarik yang berbeda. Satu desa wisata sendiri tidak akan bisa maju tanpa desa wisata lainnya. Butuh sinergisitas sehingga tematik paket desa wisata itu bisa lebih utuh dengan menggabungkan keunikan setiap desa,” ujarnya.
“Apalagi dalam satu desa wisata. Kekompakan warga sangat mempengaruhi bagaimana sebuah desa dapat berkembang. Harus sinergis, harus kompak, harus kolaborasi,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Butet ini.
Direktur Pengembangan SDM Kemenparekraf Florida Pardosi. Foto: Kemenparekraf
Karena itu, ia menegaskan, SDM memiliki andil penting dalam pengembangan desa wisata. Pembangunan fisik tidak akan optimal tanpa dukungan peningkatan kapasitas penggerak dan pengelolaannya, yakni warga dan para pelaku pariwisata.
ADVERTISEMENT
“Pariwisata tidak akan berhasil tanpa kehadiran SDM-nya. Pelayanan tetap butuh personal touch. Sehingga kami hadir di sini untuk terus memberikan motivasi, memajukan dan menyadarkan masyarakat untuk pengembangan desa wisata,” imbuh Florida.
Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budiastuti memaparkan kepada seluruh peserta dari Desa Jenggala, Sokong, maupun Sigar Penjalin, bahwa terpilihnya wilayah Lombok Utara menjadi lokasi program sosialisasi Sadar Wisata 5.0 merupakan kesempatan yang langka dan berharga, karena peserta akan mendapatkan ilmu dari para narasumber terpilih yang ahli di bidangnya.
“Ini harus menjadi motivasi seluruh lini di desa agar bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Memang tujuan program ini adalah bagaimana keterlibatan masyarakat memegang peranan sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata 5.0 melibatkan 90 desa wisata pada tahun ini, setelah menuntaskan program serupa di 65 desa pada tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini M. Paham. Foto: Kemenparekraf
Program yang merupakan bagian dari rangkaian Kampanye Sadar Wisata 5.0 ini secara khusus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penerapan Sapta Pesona, pelayanan prima, CHSE, serta manajemen konflik termasuk kelembagaan.
Kapasitas SDM memegang peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata. Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf Martini M Paham pada kesempatan terpisah, mengatakan, peran SDM penting dalam upaya menghadirkan pelayanan prima bagi wisatawan, khususnya untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A. Tapi tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,” tutur Diah.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, lanjutnya, Kampanye Sadar Wisata 5.0 diselenggarakan guna mendorong peningkatan kapasitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya.
Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga menegaskan, Kampanye Sadar Wisata 5.0 menjadi salah satu program unggulan Kemenparekraf dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui desa-desa wisata.
“Diharapkan, (melalui program ini) desa wisata mampu berbenah diri dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas para perilaku pariwisatanya,” ujarnya.
(LAN)