kumparan
26 November 2019 10:56

Keren! Pria Ini Bikin Pulau Terapung dari 700 Ribu Botol Plastik

Pulau terapung L'ile Flottante di Pantai Gading
Pulau terapung yang terbuat dari 700.000 sampah plastik. Foto: REUTERS/Luc Gnago
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang tengah menjadi perhatian dunia. Sulitnya plastik terurai hingga akhirnya mengakibatkan gunungan sampah membuat banyak negara kini "berperang" mengurangi sampah plastik, guna kelestarian lingkungan.
ADVERTISEMENT
Melihat hal ini, seorang pengusaha asal Prancis memiliki cara unik untuk mendaur ulang botol plastik bekas pakai. Pria bernama Erick Becker itu membangun sebuah pulau terapung dari 700 ribu botol plastik.
Menariknya, tak hanya membangun sebuah pulau, Becker juga mendirikan sebuah resor terapung di atas pulau pribadi miliknya tersebut.
Pulau terapung L'ile Flottante di Pantai Gading
Pulau terapung yang terbuat dari 700.000 sampah plastik. Foto: REUTERS/Luc Gnago
Dilansir Insider, pulau terapung yang ia namakan L’ile Flottante itu berada di sekitar Laguna Abidjan, Pantai Gading. Becker mengungkapkan ia ingin membangun sebuah pulau yang ramah lingkungan.
"Apa yang hebat tentang konsep ini adalah kita mengubah sesuatu yang negatif, yaitu polusi dari botol plastik menjadi sesuatu yang positif. Saya ingin mengkampanyekan pariwisata yang ramah lingkungan dan berharap konsep ini akan menginspirasi pengusaha lainnya untuk melakukan hal yang sama,” kata Becker.
Pulau terapung L'ile Flottante di Pantai Gading
Pulau terapung yang terbuat dari 700.000 sampah plastik. Foto: REUTERS/Luc Gnago
Becker mengatakan mulanya ia tidak terpikirkan untuk membangun sebuah pulau dengan bahan-bahan dari plastik, melainkan sebuah kapal terapung. Tetapi, begitu ia melihat laguna yang ada di dekat Abidjan, gagasan membuat pulau terapung dengan fasilitas yang lengkap pun terlintas di benaknya.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu, di atas pulau apung tersebut terdapat bangunan hotel, restoran, bar karaoke, dan dua kolam renang yang semuanya terbuat dari bahan plastik. Untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan, Becker mengungkapkan bahwa pulaunya mengandalkan tenaga surya untuk pasokan listrik. Sedangkan untuk kebutuhan air, pulau tersebut menerima pasokan air tawar dari darat, karena berada tidak jauh dari ibu kota Pantai Gading, yaitu Abidjan.
Pulau terapung L'ile Flottante di Pantai Gading
Pulau terapung yang terbuat dari 700.000 sampah plastik. Foto: REUTERS/Luc Gnago
Meski terbuat dari bahan-bahan yang menggunakan plastik, pulau ini ternyata memiliki berat sekitar 200 ton, lho. Sayangnya, Becker menganggap pulau itu belum sempurna, karena meskipun lebih ramah lingkungan dari pada hotel biasa, para tamu masih meninggalkan sampah.
Misalnya, air limbah dibuang secara teratur ke laguna, sama seperti tempat lainnya di Abidjan. Karena itu, Becker sedang menguji teknologi untuk mengubah limbah menjadi kompos untuk tanaman di pulau itu.
ADVERTISEMENT
Kini, L’ile Flottante dikunjungi sekitar 100 wisatawan tiap minggunya, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara. Bagi para tamu yang ingin menginap di resor ini, mereka harus membayar sekitar 100 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,4 juta. Di sini wisatawan juga bisa memilih tur perjalanan atau daytrip dengan membayar Rp 350 ribu.
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan