Keseruan Virtual Tour: Menikmati Aktivitas Budaya Peranakan Singapura dari Rumah
·waktu baca 6 menit

Dalam upayanya untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para travelers, Singapore Tourism Board (STB) kembali menginisiasi konsep baru perjalanan yang akan menghidupkan kembali impian dan membayar rasa rindumu terhadap Singapura.
Untuk pertama kalinya, STB meluncurkan konsep perjalanan terbaru dalam immersive virtual experience yang akan membawa pengunjung berjalan-jalan ke Singapura dari rumah masing-masing. Diluncurkan Rabu (5/8), kumparan pun berkesempatan mengikuti Tribe Tour ke wilayah Katong, Singapura Timur, yang telah menjadi pusat kebudayaan dan sejarah Peranakan.
Kata “Peranakan” berarti garis keturunan asli atas percampuran budaya Tionghoa dengan Melayu. Peleburan antara dua budaya dan ras ini terjadi ketika Cina bermigrasi dan berdagang ke Singapura, begitu pula ke Malaysia dan Indonesia, pada abad ke-15.
Karena terletak di wilayah pesisir yang strategis, Singapura —khususnya Katong— menjadi salah satu lokasi yang sempurna untuk disinggahi oleh migran. Dari sanalah terjadi akulturasi dan pertumbuhan budaya Peranakan.
Nuansa Peranakan di Katong tidak hanya terlihat dari banyaknya keturunan Tionghoa yang menetap di sana, tetapi juga melalui arsitektur oriental yang dihiasi ilustrasi burung phoenix dan bunga peony di dinding dan atapnya.
Tak hanya itu, jika kamu berjalan di sepanjang trotoar, akan tercium harum jajanan pasar yang dijamin bisa membuat perutmu lapar. Manisnya warna-warni kue yang dipajang melintang dan digantung, serta segarnya laksa seafood menunggumu di Katong.
Jalan-jalan ke Katong dari Rumah Aja
Walaupun harus terpisah jarak, semangat SingapoReimagine tak pernah pupus dalam memberikan pengalaman autentik yang menarik untuk para pengunjung. Hal ini dibuktikan dalam Tribe Tour yang akan memberikanmu pengalaman immersive, seakan-akan kita sedang berada di lokasi secara langsung.
Bukan hanya melihat-lihat, kita dapat ikut melakukan aktivitas bersama-sama juga, lho! Menarik, bukan? Daripada penasaran, inilah lima aktivitas budaya peranakan Singapura yang bisa kamu lakukan di rumah aja!
1. Belajar budaya Peranakan di Rumah Kim Choo
Sebelum menikmati hidangan atau belanja oleh-oleh, tentu kita perlu mengetahui cerita di balik budaya Peranakan Singapura. Dalam Tribe Tour, kamu akan diajak berkenalan dan belajar budaya Peranakan pada salah satu sanggar budaya yang telah berdiri sejak 1945 di Katong, yakni Rumah Kim Choo.
Bila dilihat dari luar, Rumah Kim Choo memang terlihat seperti toko kue dan cendera mata saja. Akan tetapi, dalam tur virtual ini, kamu akan diajak masuk hingga ke lantai atas untuk melihat berbagai perabot dan ornamen Peranakan yang penuh makna dan sejarah.
Supaya lebih akrab dengan budaya Peranakan, kita akan belajar tentang cara penyebutan laki-laki, perempuan, dan ibu. Laki-laki akan dipanggil Baba dan wanita akan dipanggil Nyonya, sedangkan orang tua (ibu) akan dipanggil dengan sebutan Bibi. Tak terdengar asing dalam Bahasa Indonesia, bukan?
Berlanjut ke pengenalan budaya Peranakan berikutnya, salah satu yang paling menonjol dan sangat sakral, yaitu tradisi pernikahan. Mulai dari busana, tata acara, hingga cara tidur pun harus mengikuti adat yang ada.
Yang paling unik dan berkesan adalah ketika pengantin menghabiskan malam pertama pernikahannya. Di bawah tempat tidur, akan diletakkan dua ayam, masing-masing jantan dan betina. Budaya Peranakan percaya bahwa ayam yang keluar dan muncul terlebih dahulu akan menentukan jenis kelamin sang anak.
2. Membeli cendera mata dan pakaian adat khas Peranakan
Ke Singapura rasanya tidak afdal kalau belum membeli cendera mata dan busana khas Peranakan. Meski tidak bisa datang langsung, kamu tetap bisa membeli cendera mata tersebut. Pemandu tur akan tetap melakukan preview singkat dan menjelaskan tentang keunikan dari setiap jenis cendera mata tersebut.
Masih di Rumah Kim Choo, kamu dapat melihat variasi dari berbagai kebaya Nyonya khas Peranakan, lengkap dengan bros untuk mempercantik penampilan. Meskipun tak jauh berbeda dengan kebaya encim yang beredar di Indonesia, kebaya Peranakan memiliki pilihan warna yang berani dan unik. Ada pula Sarong yang dapat dipakai sebagai rok atau aksesoris tubuh untuk memeriahkan penampilan.
Tak hanya busana bagi Nyonya, Baba dan Bibi pun dapat ikut melirik baju panjang dan cendera mata yang lain. Salah satu yang menarik perhatian banyak pengunjung adalah dompet dan piring keramik cantik.
Semua cendera mata dan baju adat Peranakan identik dengan desain burung phoenix atau bunga peony. Budaya Peranakan menyukai dua ornamen dan ilustrasi ini karena merupakan perlambangan dari umur panjang dan kekayaan.
3. Menikmati makanan khas Peranakan
Dalam budaya Peranakan, terdapat adat makan yang dinamakan Tok Panjang yang berarti meja panjang. Adat ini dilakukan ketika sedang mengadakan makan malam besar atau pesta bersama keluarga.
Tok Panjang biasanya akan menyuguhkan menu Ayam Buah Keluak dan santapan Nyonya Chap Chye (campuran sayur khas Peranakan). Tak lupa dengan kudapan yang akan diberikan sebagai hidangan pencuci mulut sambil mengobrol santai bersama keluarga.
Terdapat cita rasa manis dari Kueh Lapis, Bengka Ubi, Kueh Dadar, Angku Kueh, Mangkok Kueh; hingga Kueh Chang yang gurih dan penuh dengan daging. Beberapa makanan ini terdengar familier di telingamu, enggak?
4. Menghibur diri dengan menari bersama Katong Community Club
Untuk melanggengkan tradisi, warga Katong membangun sebuah komunitas untuk menjaga warisan budaya Peranakan dari generasi ke generasi, termasuk tariannya.
Yup! Pada tur virtual ini, kamu akan diajak menari bersama juga, lho. Jangan hanya duduk di depan layar, sekarang waktunya untuk menggerakkan tubuh! Dengan begini, kamu pun bisa melepaskan stres dan bersenang-senang setelah seminggu bekerja di rumah.
Dipandu dan diinstruksikan oleh tour guide keturunan asli Peranakan, kamu dapat menghibur diri dengan mengikuti gerakan-gerakan sederhana, diiringi dengan musik khas Melayu.
5. Berinteraksi langsung bersama para warga asli Katong
Jika biasanya tur virtual hanya dipenuhi oleh penjelasan dan berjalan secara satu arah, Tribe Tour memberikan pengalaman baru yang akan membawamu seperti sedang berjalan-jalan sendiri.
Pemandu wisata akan mengajakmu untuk berkeliling Katong, dan di saat itulah kamu juga bisa mengajukan pertanyaan, sama halnya seperti sedang mengunjungi lokasi secara langsung. Bukan hanya kepada pemandu, kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan warga asli Katong.
Lewat pemandu, kamu dapat memberikan pertanyaan soal resep makanan, harga barang dan oleh-oleh, serta masih banyak lagi yang lainnya. Seru, bukan? Tur virtualmu akan terasa semakin menyenangkan dan berkesan!
Sampai nantinya gerbang Singapura dengan bebas seperti sediakala, pastikan kamu mulai mengikuti berbagai tur virtual di Singapura. Didukung dengan teknologi canggih immersive dan augmented reality, ada banyak pilihan perjalanan yang akan mengajakmu berimajinasi berkunjung ke Singapura, tanpa perlu keluar dari rumah.
Mulai dari Chinatown Murders Game Tour, Aimstawalk Series, HawkerWal Old School Snacks, Artwalk in Little India, Art-Chitecture Tour, Joo Chiat Virtual Food Tour, Fort Canning Tour, Kampong Glam Tour, dan masih banyak lagi!
Semakin penasaran? Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa cari tahu program Tribe Tour Peranakan dan yang lainnya di sini!
Hidupkan Kembali Impian Perjalananmu ke Singapura
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Singapore Tourism Board

