Kevin Sanjaya Ditahan Gara-gara Ikan Cakalang, Ini Aturan Bawa Ikan ke Pesawat
ยทwaktu baca 3 menit

Pebulutangkis Indonesia, Kevin Sanjaya, sempat ditahan pihak Bandara Helsinki, Finlandia, karena bawa ikan cakalang di kopernya. Kejadian unik yang menimpa Kevin Sanjaya tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun @Indonesiahelsinki pada Rabu (22/9) waktu setempat.
Dalam video berjudul "Penyambutan Tim Sudirman Cup RI di Helsinki, Finlandia", Kevin tidak terlihat dengan para rombongan tim bulu tangkis Indonesia saat disambut pihak KBRI. Belakangan diketahui, pasangan ganda putra peringkat satu dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon itu masih tertahan di pintu masuk bandara.
Hal ini dikarenakan anjing penjaga di bandara tersebut mengendus koper milik Kevin, yang berisikan makanan dan menyebabkan harus tertahan oleh pihak keamanan bandara.
Sebenarnya, apakah kita diperbolehkan membawa ikan di pesawat?
Mengutip laman YouTube @erwin ade selaku pemilik channel Aviation Security Avsec Documentary, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi penumpang.
"Yang pertama kalian lakukan adalah mengurus surat karantina ikan tersebut. Semua pesawat menyediakan bagasi untuk kalian yang ingin menaruh semua barang yang kalian bawa menggunakan pesawat udara. Tapi di sini ada dua kategori bagasi yang harus kalian pahami, yang pertama adalah bagasi kabin dan bagasi tercatat," ujar Ade dalam videonya.
Ade menjelaskan jika ada beberapa maskapai yang tidak memperbolehkan membawa ikan ke bagasi tercatat. Beberapa maskapai tersebut di antaranya adalah Batik Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.
"Kemarin Sriwijaya Air masih ada toleransi atau masih ada aturan untuk membawa ikan ke bagasi tercatat, tetapi terhitung dari 30 Januari itu sudah tidak bisa lagi memasukkan ikan mentah ke bagasi tercatat," papar Ade.
Lalu, bagaimana caranya membawa ikan mentah atau ikan hidup di pesawat?
Cara Membawa Ikan Mentah atau Hidup di Pesawat
Ikan mentah atau hidup hanya bisa diangkut dengan pesawat kargo. Selain itu, ada pula aturan yang perlu dipahami bagi mereka yang ingin menggunakan pesawat kargo untuk membawa ikan tersebut.
"Pertama adalah ikan harus benar-benar beku, tidak boleh menggunakan es balok dalam bentuk plastik, yang kedua adalah ikan yang sudah beku harus disegel dan dibungkus plastik dua kali untuk mencegah kebocoran saat penerbangan. Ketiga adalah pastikan kalian mengikuti aturan yang berlaku di karantina," papar Ade.
Lebih lanjut, Ade juga mengatakan bahwa bagi penumpang yang ingin membawa makanan laut diharapkan untuk memeriksa persyaratan yang berlaku, baik di negara tujuan ataupun maskapai yang digunakan.
"Jika ingin membawa makanan laut apa pun sebagai kargo disarankan untuk menghubungi petugas kargo, karena setiap maskapai punya aturan yang berbeda-beda. Mulai dari packing-nya, biayanya dan sebagainya. Untuk itu harus ada pemberitahuan terlebih dahulu ke petugas kargonya supaya kalian tidak bingung terhadap pengiriman kargo kalian," pungkasnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
