Kisah Awak Kabin di Tahun 1980-an: Sulitnya Jadi Pramugari—Pertama Kali Terbang
·waktu baca 4 menit

Seorang mantan pramugari TWA bernama Ann Hood, yang kini menjadi seorang novelis dan penulis terlaris di Amerika Serikat, membagikan pengalamannya saat masih bekerja di atas pesawat.
Ia menceritakan bagaimana dirinya tumbuh di Virginia dan melihat penerbangan pertama pesawat Boeing 707, serta menyaksikan bandara Dulles di Washington DC sedang dibangun.
Pada usia 11 tahun, Ann Hood pindah ke pulau asalnya, yaitu Rhode. Tanpa sengaja, di tahun 1964 ia membaca buku yang berjudul, "Bagaimana menjadi pramugari maskapai penerbangan".
"Meskipun pekerjaan ini sangat seksis, itu membuatku tertarik karena berbicara tentang memiliki pekerjaan yang memungkinkanmu untuk melihat dunia dan kupikir, yah, itu mungkin berhasil," kata Ann Hood, seperti dikutip dari CNN.
Dirinya pun akhirnya lulus kuliah pada tahun 1978, dan langsung melamar pekerjaan ke maskapai penerbangan yang ada di Amerika Serikat saat itu.
Pada masanya, pramugari adalah istilah yang baru dibuat. Hal itu dilakukan untuk membuat netral gender yang berawal dari nyonya rumah menjadi pramugari.
Bukan hanya itu, perubahan nama tersebut dinilai Ann Hood, untuk memperjuangkan diskriminasi yang banyak terjadi pada saat dirinya menjadi pramugari pada tahun 1980-an.
Namun, sayangnya menurut Ann Hood, meskipun sudah berjuang untuk melawan diskriminasi saat itu, sebagian pramugari masih glamor dengan perhiasan dan penampilannya yang seksi.
Hal itu juga membuat banyak stereotip di antara penumpang yang berkembang, seperti pramugari ingin menggoda penumpang laki-laki saat menggunakan rok mini.
"Ini adalah pekerjaan yang bermanfaat, namun ini adalah pekerjaan seksis," ujar Ann Hood.
Persyaratan Jadi Pramugari pada Tahun 1980-an
Saat itu, ketika memutuskan menjadi pramugari, persyaratannya sangat sulit, seperti batas usia, sudah menikah atau belum, dan sudah memiliki anak atau belum.
Bukan hanya itu, Ann Hood juga menjelaskan bahwa pramugari harus menjaga berat badannya saat dalam proses perekrutan sebuah maskapai penerbangan.
"Semua maskapai mengirimkan bagan yang ada di aplikasi. Anda melihat tinggi dan berat maksimum Anda, dan jika Anda tidak termasuk di dalamnya, mereka bahkan tidak akan mewawancarai Anda," kata Ann Hood.
"Tapi begitu Anda dipekerjakan, setidaknya di TWA, Anda tidak bisa naik ke bobot maksimum itu. Anda harus tetap pada bobot perekrutan Anda, yang dalam kasus saya sekitar 15 pon kurang dari batas maksimum saya," tambahnya.
Ia pun menceritakan teman sekamarnya ada yang dipecat, karena berat badannya lebih dari berat badan saat dirinya masuk ke maskapai penerbangan tersebut.
Hood adalah salah satu dari 560 pramugari, di antara 14 ribu pelamar yang dipekerjakan TWA pada tahun 1978. TWA saat itu merupakan maskapai besar, yang kemudian diakuisisi oleh American Airlines pada tahun 2001.
Pengalaman Menjadi Pramugari
Pekerjaannya sebagai pramugari dimulai dengan beberapa hari pelatihan intensif di Kota Kansas, di mana pramugari kadet akan mempelajari segala hal, mulai dari nama suku cadang pesawat hingga prosedur medis darurat, serta protokol keselamatan tujuh pesawat berbeda. Daftar itu termasuk Queen of the Skies, Boeing 747.
"Itu agak menakutkan, karena sangat besar. Kemudian tangganya, tangga spiral yang menuju ke kelas satu, sehingga Anda harus sering naik dan turun," kata Ann Hood.
Namun, menurutnya tidak setiap penerbangan merupakan bisa merasakan petualangan dan kemewahan yang menakjubkan.
"Saya akan mengatakan pekerjaan itu 80 persen menyenangkan dan 20 persen membosankan. Di beberapa penerbangan, terutama yang tidak terlalu penuh, ada banyak waktu untuk diisi. Anda hanya bisa menyajikan makanan dan minuman kepada penumpang, dan memutar banyak film. Saya membuat pekerjaan itu menyenangkan. Saya suka berbicara dengan orang-orang. Saya suka merasakannya. Saya masih suka terbang sampai sekarang," kata Ann Hood.
Setelah itu, dia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya pada tahun 1986. Saat hal itu terjadi, deregulasi yang menghilangkan kendali federal atas segala hal mulai dari tarif hingga rute, telah sepenuhnya berlaku dan mengubah penerbangan selamanya.
Kini, pesawat menyediakan lebih banyak kursi untuk penumpang. Selain itu, pesawat juga saat ini sangat terjangkau untuk semua kalangan, sehingga siapa pun bisa bepergian menggunakan burung besi tersebut.
