Kumparan Logo

KLM Batalkan Ratusan Penerbangan Imbas Mogok Kerja di Bandara Schiphol Amsterdam

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maskapai KLM Foto: Soos Jozsef/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Maskapai KLM Foto: Soos Jozsef/Shutterstock

Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM terpaksa membatalkan lebih dari 100 penerbangan pada Rabu (17/9), usai para pekerja di Bandara Schiphol (AMS) melakukan aksi mogok kerja. Aksi ini membuat ribuan penumpang, termasuk wisatawan internasional, menghadapi pembatalan mendadak, hingga penundaan berkepanjangan.

Dilansir Aero Times, dalam pernyataan yang dirilis pihak maskapai, KLM menyebut aksi mogok kerja tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Meski berlangsung sekitar empat jam, efek dari aksi mogok kerja tersebut terasa hingga sepanjang hari.

Baggage handler atau petugas penanganan bagasi. Foto: Svitlana Hulko/Shutterstock

“Kami telah membatalkan sekitar 100 penerbangan. Ribuan penumpang terdampak dan kami melakukan segala cara untuk menjadwalkan ulang penerbangan mereka,” tulis pihak maskapai.

Secara total, 104 penerbangan yang dibatalkan tersebut setara 15 persen dari jadwal keberangkatan KLM hari itu. Sementara 13 penerbangan lain mengalami keterlambatan signifikan.

Traveler yang sudah tiba di Schiphol pagi itu banyak yang terkejut mendapati penerbangan mereka tidak beroperasi, meski KLM telah berusaha menghubungi sebagian besar penumpang sebelumnya.

Dampak Bagi Wisatawan

Suasana Bandara Schipol, Amsterdam. Foto: Ananda Teresia/kumparan

Schiphol adalah salah satu hub penerbangan terbesar di Eropa, yang kerap menjadi titik transit utama bagi traveler menuju destinasi wisata populer, seperti Paris, Roma, Barcelona, hingga New York. Pembatalan massal ini tak hanya mempengaruhi perjalanan bisnis, tetapi juga liburan ribuan turis mancanegara.

Khusus bagi wisatawan yang merencanakan koneksi dengan kapal pesiar atau perjalanan kereta jarak jauh, keterlambatan ini bisa mengacaukan seluruh itinerary. Beberapa penumpang juga menghadapi kesulitan mendapatkan penerbangan pengganti, karena tingginya permintaan.

Ilustrasi pria di bandara. Foto: TonyV3112/Shutterstock

Aksi mogok merupakan bagian dari perselisihan panjang antara KLM dan serikat pekerja terkait kondisi kerja, serta perjanjian bersama. Meskipun awal September KLM telah mencapai kesepakatan dengan tiga serikat pekerja (NVLT, VKP, dan De Unie), dua lainnya, FNV dan CNV, menolak bergabung sehingga tetap melanjutkan aksi.

Mogok ini bukan yang pertama. Pada 10 September 2025, aksi serupa juga menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan. Menurut laporan Reuters, lebih dari 27.000 penumpang telah terdampak sejak aksi pertama berlangsung.

Imbauan Bagi Penumpang

Maskapai KLM Foto: InsectWorld/Shutterstock.

KLM mengimbau traveler yang memiliki jadwal penerbangan di sekitar tanggal 17 September untuk rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi atau situs resmi KLM. Penumpang yang terkena dampak akan dijadwalkan ulang secara otomatis, meski proses ini diperkirakan lebih lama dari biasanya.

“Apabila penerbangan Anda dibatalkan atau Anda kehilangan penerbangan lanjutan akibat aksi mogok, kami akan memindahkan Anda ke penerbangan alternatif pertama yang tersedia. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis KLM.