Kumparan Logo

Korea Selatan Berikan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Liburan seru ke Korea Selatan bersama BRI. Foto: Richie Chan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Liburan seru ke Korea Selatan bersama BRI. Foto: Richie Chan/Shutterstock

Pemerintah Korea Selatan resmi memberlakukan program bebas visa sementara untuk wisatawan Indonesia. Program bebas visa sementara itu resmi berlaku mulai hari ini Kamis (28/5).

Dilansir Yonhap, kebijakan tersebut mengatur bahwa anggota wisata Indonesia yang terdiri dari tiga orang atau lebih akan diizinkan untuk melakukan perjalanan di negara tersebut tanpa visa hingga 15 hari.

Sesuai dengan keterangan Kementerian Kehakiman, program tersebut akan berlangsung hingga akhir Desember tahun ini.

Langkah ini diambil setelah pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk melonggarkan persyaratan visa dan masuk bagi wisatawan asing. Diskusi mengenai hal tersebut dibahas dalam pertemuan strategi pariwisata yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung pada bulan Februari lalu.

Program ini menjadi bagian dari upaya untuk mempromosikan pariwisata masuk di seluruh negeri. Menteri Kehakiman Jung Sung-ho berjanji akan bekerja sama erat dengan kementerian terkait untuk memastikan bahwa program tersebut membantu merangsang konsumsi domestik sekaligus menjaga ketertiban terkait kunjungan wisatawan asing.

Ilustrasi visa. Foto: Mehaniq/Shutterstock

Sementara itu, Layanan Imigrasi Korea menyebut bahwa program bebas visa sementara ini diharapkan juga dapat membantu meningkatkan industri pariwisata nasional.

Meski memberlakukan program bebas visa sementara, pemerintah Korea Selatan juga tetap menerapkan berbagai langkah untuk mencegah adanya pelaku perjalanan yang tinggal secara ilegal.

Salah satunya dengan mewajibkan agen perjalanan Korea Selatan untuk mendaftarkan daftar wisatawan mereka di situs web pemerintah 24 jam sebelum waktu kedatangan.

Kementerian Kehakiman nantinya akan memeriksa daftar tersebut. Untuk melihat apakah daftar tersebut mencakup individu berisiko tinggi, seperti mereka yang dikenai pembatasan masuk atau memiliki riwayat tinggal ilegal. Individu-individu tersebut akan dikecualikan dari program bebas visa.