Kumparan Logo

Korean Air Resmi Integrasikan Asiana Airlines pada Desember 2026

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Korean Air. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Korean Air. Foto: Shutterstock

Maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Korean Air, akan meluncurkan maskapai terpadu hasil akuisisi Asiana Airlines pada 17 Desember 2026.

Keputusan tersebut diumumkan setelah kedua perusahaan menyelesaikan seluruh proses hukum, terkait penggabungan bisnis yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Dilansir Korean Times, akuisisi ini merupakan kelanjutan dari perjanjian awal yang ditandatangani pada November 2020. Dalam proses integrasi tersebut, Korean Air akan mengambil alih seluruh aset, kewajiban, hak, operasional, hingga sumber daya manusia milik Asiana Airlines, demi menciptakan satu entitas penerbangan nasional yang lebih kuat.

Dalam skema merger yang telah disepakati, satu lembar saham Korean Air akan dikonversi dengan 0,2736432 saham Asiana Airlines. Langkah ini menjadi bagian penting dalam restrukturisasi industri penerbangan Korea Selatan pascapandemi COVID-19.

Ilustrasi Asiana Airlines Foto: REUTERS/Louis Nastro

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan bersama lembaga kreditur negara telah memberikan dukungan likuiditas senilai 3,6 triliun won, atau sekitar 2,42 miliar dolar AS kepada Asiana Airlines yang mengalami tekanan finansial akibat pandemi.

Selama proses akuisisi berlangsung, Korean Air turut menangani restrukturisasi keuangan dan operasional Asiana, termasuk penyelesaian pembayaran dana publik.

Setelah kontrak resmi dijalankan, Korean Air akan mengajukan permohonan merger kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan.

Setelah mendapatkan persetujuan domestik, maskapai tersebut juga akan melanjutkan proses registrasi kepada regulator penerbangan internasional, guna menyelaraskan sistem keselamatan dan prosedur operasional di jaringan penerbangan global mereka.

Pihak Korean Air menyebut integrasi ini akan meningkatkan konektivitas jaringan internasional, sekaligus memperkuat posisi Bandara Internasional Incheon sebagai pusat transit penerbangan global.

Pesawat Korean Air. Foto: Shutterstock

"Penggabungan ini diharapkan memperkuat posisi Korean Air di pasar global, sekaligus menjadikan Bandara Internasional Incheon sebagai pusat penerbangan internasional yang semakin strategis," ujar pihak Korean Air.

Selain fokus pada aspek operasional, perusahaan juga tengah menyatukan program loyalitas pelanggan, termasuk integrasi sistem mileage dari kedua maskapai.

Proses tersebut dilakukan bersama otoritas perdagangan dan regulator terkait, agar transisi bagi penumpang berjalan lancar.

Sementara itu, menjelang peluncuran maskapai terpadu, Korean Air juga melakukan berbagai peningkatan layanan.

Beberapa fasilitas lounge di Bandara Incheon telah diperbarui, sementara awak penerbangan dari kedua maskapai menjalani pelatihan untuk memastikan standar prosedur yang seragam.

Tidak hanya itu, perusahaan juga memodernisasi pusat pelatihan kru kabin, guna menghadapi peningkatan volume operasional setelah merger selesai dilakukan.