Kumparan Logo

Kota Tua dari Zaman Perunggu Berusia 3.400 Tahun Muncul di Sungai Tigris, Irak

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Sungai Tigris, Irak. Foto: Rasool Ali/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sungai Tigris, Irak. Foto: Rasool Ali/Shutterstock

Sebuah penemuan baru membuktikan bahwa ada peradaban yang tersembunyi. Sebuah kota berusia 3.400 tahun muncul di Sungai Tigris, Irak, yang sedang alami kekeringan.

Melihat hal tersebut, para tim arkeolog langsung ke Waduk Mosuk untuk menyelidiki kota tua itu. Usut punya usut, kota tua yang hilang itu bernama Zakhiku.

Dilansir Travel Noire, sebenarnya kota tersebut muncul sejak awal tahun 2022 lalu. Hal ini terjadi karena diakibatkan kekeringan panjang yang melanda Irak.

Dari semua temuan yang berhasil digali, terdapat beberapa bangunan besar, benteng besar, dan kota yang luas.

Kuil kuno setinggi 7 meter yang ditemukan pada ekskavasi tahun 2018. Foto: Universities of Freiburg and Tubingen

Universitas Freiburg dan Tubingen bertindak dengan cepat untuk proses penggalian, saat tahu waduk di Sungai Tigris mulai mengering untuk mengungkap sejarah.

Penggalian dipimpin oleh Ketua Organisasi Arkeologi Kurdistan, Dr. Hasan Ahmed Qasim, Dr. Ivana Puljiz dari Universitas Freiburg, dan Dr. Peter Pfälzner dari Universitas Tübingen.

Memang pada tahun 2018 sebagian arkeolog sudah menemukan situs tersebut. Tapi, kali ini untuk pertama kalinya tim arkeolog menggali situs secara menyeluruh.

"Irak adalah salah satu negara di dunia yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim. Untuk mencegah tanaman mengering, sejumlah besar air telah diambil dari reservoir Mosul, di mana berfungsi sebagai tempat penyimpanan air terpenting di Irak sejak Desember," kata pihak Universitas Freiburg dan Tubingen.

Ilustrasi Sungai Tigris, Irak. Foto: Todor Stoyanov/Shutterstock

"Kota yang luas dengan istana dan beberapa bangunan besar bisa menjadi Zakhiku kuno yang diyakini telah menjadi pusat penting di Kekaisaran Mittani (ca. 1550-1350 SM)," tambahnya.

Pendanaan kota kuno zaman perunggu ini juga diberikan oleh Fritz Thyssen Foundation melalui Universitas Freiburg.

Akhirnya, para peneliti menutupi bangunan yang digali dengan lembaran plastik dan kerikil yang pas untuk menghindari kerusakan saat berada di bawah air.

Namun, kini kota tua tersebut kembali tenggelam di bawah Sungai Tigris, Irak.