Kumparan Logo

Lindungi dari Keausan, Anak Tangga Candi Borobudur Akan Dilapisi Kayu

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Candi Borobudur. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Candi Borobudur. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Candi Borobudur, mahakarya nenek moyang sekaligus candi Budha terbesar di dunia yang diakui sebagai salah satu World Heritage oleh UNESCO ini tersusun atas jutaan meter kubik batu. Dibangun dengan tenaga manusia dan teknik yang hingga kini masih menjadi misteri.

Sebagai candi yang dibangun pada tahun 800 Masehi, candi ini tentu saja mengalami kerusakan di beberapa bagian-bagiannya, belum lagi sempat terpapar abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi pada tahun 2010.

Candi Borobudur Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Oleh sebab itu, guna memperbaiki dan menjaga keaslian bangunan candi, sejumlah cara dilakukan salah satunya adalah dengan melapisi tangga Candi Borobudur dengan papan kayu jati agar melindungi batuan candi dari keausan.

"Jenis kayu jati nanti akan digunakan untuk melapisi tangga Candi Borobudur," kata Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB), Tri Hartono di Magelang, Minggu (9/2), usai mengikuti pembukaan Ruwat Rawat Borobudur di Pelataran Kenari Candi Borobudur.

Dilansir dari Antara, dalam uji coba yang telah dilakukan sebelumnya, Tri menyampaikan bahwa bahan dari kayu lah yang lebih baik digunakan sebagai pelapis daripada bahan yang terbuat dari karet.

"Perbandingannya kayu jati lebih bagus, lebih lentur, sedangkan bahan dari karet kalau terkena panas jadi mengeras," katanya.

Biksu melakukan ziarah di Candi Borobudur. Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah

Menyinggung soal anggaran untuk pelapisan tangga candi tersebut, dia menyampaikan masih dalam penghitungan.

Menurut dia, nanti rencananya keempat sisi tangga dilapisi kayu semua, kemudian juga lapisan melingkar di lantai tujuh.

"Kami harapkan nanti pengunjung naik ke atas sampai lantai tujuh kemudian berkeliling di situ terus turun. Jadi pengunjung hanya sampai ke lantai tujuh untuk lantai delapan dan sembilan bisa dilihat dari bawah," katanya.

Seorang pengunjung yang sedang bermeditasi di Candi Borobudur Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Tri menuturkan rencananya pengunjung naik Candi Borobudur hanya dibatasi sampai lantai tujuh, karena jika dilihat di lantai delapan dan sembilan mengalami keausan yang cukup parah.

"Keausan batu lantai paling parah di lantai delapan dan sembilan karena biasanya pengunjung berkeliling di situ," katanya.

Pembersihan stupa di Candi Borobudur Foto: Balai Konservasi Borobudur

Berdasarkan hitungan keausan batu lantai, katanya mencapai 0,2 milimeter per tahun kalau jumlah pengunjung 2 juta orang. Kalau tahun sekarang pengunjung mencapai 4 juta orang mestinya keausan mencapai 0,4 milimeter dalam setahun.

"Kalau dikalikan 10 tahun maka keausan sudah 4 centimeter sehingga "kroak" (rusak sebagian)," katanya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan untuk keausan tangga paling parah tangga di sisi timur Candi Borobudur karena digunakan untuk naik para pengunjung.