Malangga di Tolitoli, Desa yang Sajikan Kekayaan Seni, Budaya, hingga Alam
·waktu baca 2 menit

Desa Malangga, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, masuk ke dalam 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Tentu untuk masuk ke 50 besar tidaklah mudah, karena desa tersebut harus melewati uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori, yakni daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), homestay, toilet umum, digital dan kreatif, cleanliness, CHSE, dan kelembagaan desa.
Melihat potensi yang dimiliki oleh Desa Malangga, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan akan memanfaatkan semua media untuk membantu pariwisata Tolitoli.
”Kita akan manfaatkan semua media yang kita miliki untuk membantu pariwisata yang ada di Tolitoli,” kata Vinsensius Jemadu, dalam siaran pers yang diterima kumparan.
Potensi Pariwisata Desa Malangga di Tolitoli
Bicara tentang potensi pariwisata, Desa Malangga tentu memiliki keunikan di atap rumahnya yang disebut Rumah Langko. Masyarakat lokal membuat atap rumahnya agar bisa dibuka dan ditutup agar bisa digunakan untuk menjemur hasil bumi seperti cengkeh.
Hal tersebut dilakukan karena mayoritas mata pencaharian dari penduduk Desa Malangga adalah petani cengkeh, cokelat, dan kelapa. Saat hendak panen pun mereka masih melakukan upacara adat panen dan tradisi sumpit masih terlaksana setiap tahunnya.
Selain keunikan tempat tinggal, Desa Malangga memiliki Tarian Moduai yang merupakan tari simbolisasi penyambutan tamu yang berkunjung ke Kabupaten Tolitoli.
Konon, pada zaman kerajaan, tarian ini sering digunakan untuk menyambut para tamu-tamu kerajaan yang berkunjung ke Kabupaten Tolitoli.
Tak hanya satu tarian, ada juga Maragai merupakan tarian etnis masyarakat Tolitoli yang dilakukan untuk menyambut para raja dan tamu kerajaan.
Karena gerakan dasar pada tarian ini adalah gerakan silat, maka yang melakukan tarian ini biasanya adalah laki-laki.
Setelah seni, budaya, dan rumah masyarakat setempat, rasanya tidak lengkap kalau tidak mengetahui wisata alam yang berada di desa tersebut.
Di Desa Malangga ada jalur sungai yang berada di tengah desa dan biasanya digunakan untuk tempat wisata pemandian hingga terdapat air terjun bernama Malane.
Air Terjun Malane dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selama kurang lebih 10 menit dari pusat desa.
Namun, setelah itu para wisatawan harus melanjutkan jalan kaki kurang lebih 10 menit untuk sampai ke air terjun. Keindahan alam dan segarnya aliran air menjadikan daya tarik wisata alam di sana.
