Meksiko Punya Gua Terpanjang di Dunia, Panjangnya Setara Jakarta-Purwokerto

Mendengar Meksiko mungkin terbesit di benakmu adalah reruntuhan Suku Maya-nya yang punya banyak nilai sejarah. Lebih dari itu, ternyata Meksiko juga punya gua bawah laut terpanjang di dunia, lho.
Ialah Gua Sac Actun, gua ini memiliki panjang sekitar 347 kilometer atau 216 mil atau hampir setara dari Jakarta ke Purwokerto.
Dilansir dari National Geographic, gua ini sendiri ditemukan pada tahun 2018, lalu.
Tepatnya, ketika tim penyelam yang merupakan anggota proyek Gran Acuifero Maya (GAM) --yang didedikasikan untuk studi dan pelestarian perairan bawah laut di semenanjung Yucatan-- berhasil menemukan gua tersebut, setelah mengeksplorasi sebuah labirin kanal-kanal di bawah air selama berbulan-bulan.
Proyek pencarian gua sendiri telah dimulai sejak Maret 2017. Ketua tim penjelajah yaitu Robert Schmittner dan beberapa tim penyelam dengan keahlian khusus penjelajahan gua, telah mencari Gua Sac Actun sejak lama. Para tim pencari bahkan telah melakukan penelitian selama kurang lebih 14 tahun, untuk membuat pemetaan terhadap bentuk labirin dan lorong-lorong di gua tersebut.
Sebelumnya, para peneliti menyimpulkan kalau gua bawah tanah itu membentang hingga sekitar 262 Km. Namun setelah diselidiki lebih jauh, gua bawah tanah Sac Actun masih terhubung dengan sistem gua bawah tanah Dos Ojos, yang terletak tidak jauh dari gua tersebut.
Penemuan itu pun mengungkapkan, kalau kedua gua bawah tanah terhubung dalam satu labirin kompleks sepanjang 347 km. Fakta itu membuat Sac Actun dianggap sebagai yang terpanjang di dunia.
Penemuan Gua Sac Actun Jadi Jejak Sejarah Peninggalan Suku Maya
Direktur GAM dan ahli arkeologi bawah laut, Guillermo de Anda, mengatakan penemuan ini akan membantu memahami perkembangan budaya di kawasan tersebut, yang kaya dan didominasi oleh peradaban Suku Maya sebelum penaklukan oleh Bangsa Spanyol.
“Penemuan itu membuat kita menghargai dengan lebih jelas, bagaimana ritual-ritual dijalankan, lokasi-lokasi ziarah dan paling utama, pemukiman besar pra-Hispanik yang kita ketahui, sekarang muncul,” ujar Guillermo pada Kamis (18/1).
Peninggalan-peninggalan Suku Maya diketahui banyak terdapat di Semenanjung Yucatan. Kota-kota Suku Maya dibangun berdasarkan jaringan luas saluran pembuangan yang terhubung dengan perairan bawah laut, yang dikenal dengan istilah cenotes.
Beberapa cenotes memiliki nilai religius tertentu bagi Suku Maya, yang keturunannya masih menghuni kawasan tersebut.
Meski Gua Sac Actun telah ditemukan, para peneliti akan melanjutkan penelitian di gua tersebut. Mereka akan mempelajari kualitas air di gua tersebut, serta mungkin mencari benda-benda bersejarah yang mungkin bersemayam di gua tersebut.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
