Kumparan Logo

Mengenal Kota Suci Caral di Peru yang Terkubur Ribuan Tahun

kumparanTRAVELverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kota suci Caral, Peru  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Kota suci Caral, Peru Foto: Shutter Stock

Kota Suci Caral adalah ibu kota dari Norte Chico, peradaban tertua di Amerika yang telah berusia 5.000 tahun. Kota metropolis yang terletak di Supe, Peru, Amerika Selatan, ini dulunya merupakan wilayah yang memiliki praktik pertanian yang kompleks, budaya yang kaya, dan arsitektur monumental.

Lembah Supe, yang terletak 321 kilometer utara dari Lima di pantai Pasifik Peru ini ditemukan oleh arkeolog Jerman, Max Uhle, pada tahun 1905 setelah terkubur ribuan tahun. Namun penggalian situs Caral baru dilakukan beberapa dekade kemudian.

Dilansir Ancient Origins, pada tahun 1970-an, para arkeolog menemukan bahwa bukit-bukit yang pada awalnya diidentifikasi sebagai bentukan alam sebenarnya adalah piramida loncatan. Kemudian, pada tahun 1990-an seluruh bangunan kota Caral pun mulai terbentuk.

Kota suci Caral, Peru Foto: Shutter Stock

Meskipun para arkeolog belum mengetahui sejak kapan kota ini mulai terkubur, namun para arkeolog menemukan jejak terbentuknya kota suci Caral. Pada tahun 2000, menurut penanggalan radiokarbon pada buluh yang ditemukan di situs tersebut mengungkapkan bahwa Caral bertanggal kembali ke periode Archaic Akhir, yang dimulai sekitar 3.000 SM silam.

Kota suci seluas 68 hektar ini merupakan salah satu dari 18 pemukiman yang telah teridentifikasi di Lembah Supe. Situs yang sangat terawat baik ini mengesankan dalam hal desain dan kompleksitas arsitektur.

Di kawasan Kota Suci Caral, terdapat 6 struktur piramida raksasa yang dilengkapi dengan berbagai monumen. Dilihat dari bentuk dan posisinya, banyak peneliti yang menduga jika tempat tersebut pernah dijadikan sebagai lokasi pemujaan atau upacara keagamaan.

Kota suci Caral, Peru Foto: Shutter Stock

Struktur kota dan beberapa fitur-fiturnya, termasuk piramida dan tempat tinggal kaum elite, menandakan ideologi agama yang kuat di kota Caral. Gundukan terbesar yang ada di area tersebut memiliki ketinggian 60 kaki dan berukuran 450 x 500 kaki di dasarnya. Ukuran gundukan piramida tersebut setara dengan empat lapangan sepak bola.

Piramida tersebut juga memiliki banyak ruangan-ruangan, seperti kamar kecil, yang meliputi atrium dan sebuah altar suci. Para kaum elite diprediksi tinggal di bagian atas piramida, karena di area ini terdapat kamar-kamar besar.

Sedangkan, kompleks di permukaan tanah untuk para pengrajin, dan tempat tinggal kecil terpencil untuk para pekerja. Secara total, diperkirakan bahwa Caral berpenduduk sekitar 3.000 orang. Para peneliti percaya model kota itu digunakan oleh banyak peradaban yang muncul setelah Norte Chico.

Kota suci Caral, Peru Foto: Shutter Stock

Pada tahun 2001, Kota Suci Caral di Supe tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Menariknya, tidak ada jejak peperangan yang ditemukan di kota suci yang terkubur ribuan tahun ini.

Para arkeolog percaya bahwa rakyat Caral adalah budaya damai yang menghabiskan banyak waktu mempelajari langit, mempraktikkan agama mereka dan memainkan alat musik. Selain bangunan piramida, para arkeolog juga menemukan 32 seruling yang terbuat dari tulang condor dan pelican, dan 37 cornets (alat musik seperti terompet kecil) yang terbuat dari tulang rusa dan Llama.

kota suci Caral, Peru Foto: Shutter Stock

Di area kota suci Caral juga ditemukan monolit soliter dikenal sebagai 'Huanca' (batu berdiri). Para arkeolog percaya, batu setinggi 2,15 meter ini digunakan untuk tujuan astronomi dan seremonial, dan untuk menentukan waktu hari.

Pengukuran posisi Huanca dalam kaitannya dengan piramida menunjukkan bahwa monolit berada persis di utara dari salah satu piramida, yang dikenal sebagai 'Piramid Huanca'.

Sudut yang dibuat batu ke puncak piramida menandai tibanya solstis musim panas dan musim dingin. Kisah misterius terkuburnya kota suci Caral itu, kini menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Peru, Amerika Selatan, yang banyak dikunjungi para wisatawan.

---------------------

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.