Menghitamkan Gigi, Bukti Cantik Wanita Suku Lu di Vietnam
·waktu baca 3 menit

Traveler pasti pernah mendengar ungkapan 'cantik itu relatif'. Ya, kecantikan seorang wanita tidak dapat diartikan sama dan universal.
Sebab, berbeda budaya dan wilayah, akan beda pula dengan standar kecantikannya. Seperti halnya suku di Vietnam yang memiliki tradisi unik demi memaknai arti cantik bagi para wanita di sukunya.
Kalau standar kecantikan seorang wanita biasanya dinilai dari kulit putih bersih, memiliki bentuk tubuh yang ideal, hingga gigi yang putih dan rapi, namun berbeda dengan Vietnam. Di Vietnam, para wanita yang memiliki gigi berwarna hitam justru dianggap cantik dan memikat hati.
Dilansir Saigoneer, tradisi unik tersebut masih dilakukan oleh Suku Lu yang mendiami perbukitan di Provinsi Lai Chau, Vietnam bagian utara. Menghitamkan gigi menjadi lambang kecantikan para wanita Suku Lu.
Jadi, jangan heran ketika melihat wanita di sana saat menampilkan senyuman, gigi mereka terlihat benar-benar hitam. Unik, ya!
Tradisi Kecantikan Sejak Ratusan Tahun Lalu
Tradisi menghitamkan gigi para wanita Suku Lu sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Menurut Thanh Nien, tradisi menghitamkan gigi dapat ditelusuri kembali ke zaman Raja-raja Hung.
Tradisi ini konon menjadi bagian dari proses peralihan wanita muda yang hendak beranjak dewasa. Menariknya, tradisi ini juga tak hanya dilakukan oleh para wanita dari keluarga kerajaan, tetapi juga para perempuan Vietnam terdahulu.
Mereka menghitamkan giginya dengan tanaman perdu yang bernama Pothos Vine, atau bisa dibilang sejenis sirih. Namun, ada yang menyebutkan bahwa mereka mengunyah getah pohon dan sabut kelapa, sehingga giginya menjadi berwarna hitam.
Alasan Para Wanita Suku Lu Menghitamkan Gigi
Lalu, mengapa para wanita suku Lu harus menghitamkan gigi? Ternyata ada beberapa teorinya, lho.
Menurut seorang profesor dari Institute of Cultural Studies, Ngo Duc Thinh, menghitamkan gigi memiliki makna yang mengakar kuat dalam kepercayaan spiritual Vietnam.
Warna hitam dipilih, lantaran mereka percaya jika warna putih dan yang lainnya ialah warna hewan dan setan, sehingga mereka tidak mau giginya berwarna putih. Khusus bagi wanita, warna hitam pada giginya dinilai sebagai pemanis yang membuat mereka dinilai lebih cantik oleh para pria.
Di satu sisi, apa yang mereka lakukan untuk menghitamkan gigi ternyata memberi dampak baik. Gigi dan gusi akan menjadi lebih kuat.
Hingga kini, kebanyakan hanya tinggal generasi wanita tua yang masih menghitamkan gigi. Para anak mudanya kebanyakan pindah ke kota dan menemukan arti kecantikan sendiri.
Suku Lain yang Punya Tradisi Serupa
Selain gigi hitam, ada lagi kebudayaan yang justru memiliki gigi runcing sebagai ukuran kecantikan. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Bagobo di Filipina
Para wanita suku ini diharuskan untuk memiliki gigi runcing layaknya seorang drakula, agar mendapat predikat cantik.
Sedangkan, di Indonesia, kamu juga bisa menemukan tradisi serupa pada Suku Mentawani di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Mereka menganggap, semakin runcing gigi wanita, maka semakin cantiklah wanita tersebut.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
