kumparan
Food & Travel16 November 2018 16:02

Mengintip Fakta Menarik di Balik Megahnya Garuda Wisnu Kencana

Konten Redaksi kumparan
GWK 3
Seluruh permukaan patung GWK dipahat menggunakan palu (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Pada Juli 2018, patung Dewa Wisnu atau lebih dikenal dengan sebutan Garuda Wisnu Kencana (GWK) akhirnya rampung setelah dibangun kembali sejak 2013 lalu. Ikon Bali karya Nyoman Nuarta ini pun kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dalam maupun luar negeri yang tengah berlibur ke Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT
Dengan tinggi mencapai 121 meter dan terletak 264 meter di atas permukaan laut, GWK bahkan bisa dilihat dari kejauhan. Karena kemegahannya itulah, patung ikonik ini juga sering digunakan sebagai lokasi pementasan budaya maupun musik bertaraf internasional.
Di balik megahnya GWK, masih terdapat banyak fakta menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Berikut tujuh fakta dan sejarah menarik patung GWK yang berhasil kumparanTRAVEL rangkum.
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Nyoman Nuarta, Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto dengan latar belakang Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali, Selasa (31/7). (Foto: Antara/Fikri Yusuf)
1. Sengaja dibuat terpisah
Saat berkunjung ke kawasan GWK Cultural Park, pengunjung akan disuguhi dengan bagian-bagian patung seperti setengah tubuh Dewa Wisnu dan patung kepala garuda. Ternyata, hal tersebut dilakukan secara sengaja oleh sang pembuat patung, Nyoman Nuarta.
Menurut Marketing Communication GWK Cultural Park, Oktaviano Pratomo, penempatan patung secara terpisah ini dilakukan untuk menarik perhatian orang-orang agar lebih penasaran dengan proyek besar tersebut.
ADVERTISEMENT
"Tahun 2000 awalnya pak Nyoman membuka kawasan ini dipajang satu per satu maksudnya agar orang tertarik kalau akan ada project gede untuk ini. Cuma dalam perjalanannya, klasik sih permasalahan biaya," ujarnya kepada kumparantravel saat acara 'Media Trip Jelajahi Indonesiamu bersama Pegipegi', Sabtu (10/11).
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), di Ungasan, Badung, Bali,
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) terlihat seusai proses pemasangan modul di Jimbaran, Bali, Kamis (5/7). (Foto: Antara/Wira Suryantala)
2. Tersusun dari 754 modul
Saking megahnya, patung GWK merupakan ikon Bali yang bisa dilihat dari kejauhan. Tak mengherankan bahwa patung GWK membutuhkan ratusan bahkan ribuan material untuk membangunnya. Menggunakan bahan utama berupa campuran tembaga dan kuningan, patung Dewa Wisnu yang sedang mengendarai garuda tersebut terbuat dari 754 modul dengan total berat mencapai lebih dari 2.900 ton.
Selain itu, ada 21 ribu batang baja dan 170 ribu baut untuk menyambung patung. Menariknya, seluruh modul tersebut dibuat di studio pribadi Nyoman Nuarta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
GWK 2
Tinggi GWK mencapai 121 meter dan terletak 264 meter di atas permukaan laut (Foto: Kartika Pamujiningtyas)
ADVERTISEMENT
3. Memiliki total 30 lantai
Di bagian dalam patung GWK, terdapat total 30 lantai yang dihitung dari pedestal atau gedung penyangga patung hingga hingga puncaknya. Namun, nantinya hanya 23 lantai saja yang akan dibuka untuk wisatawan umum.
Dijelaskan oleh Oktaviano Pratomo, hal tersebut didasarkan pada letak lantai 30 yang berada di atas kepala Dewa Wisnu yang dianggap suci dan tidak boleh diinjak oleh sembarangan orang.
"Lantai yang bisa diakses pengunjung sampai lantai 23 dari total 30 lantai. Paling mentok di lantai 23 bagian bahu karena kalau lebih nanti bisa menginjak kepala dewa," tambahnya.
Potongan patung setengah tubuh Dewa Wisnu
Patung yang ada di kawasan GWK adalah hasil tangan dingin dari Nyoman Nuarta (Foto: Kartika Pamujiningtyas)
4. Hanya bagian tangan yang menggunakan konstruksi lama
Banyak orang menyangka bahwa patung GWK ini tersusun dari bagian patung lama yang digabung menjadi satu. Ternyata, hanya bagian tangan Dewa Wisnu saja yang digunakan dan selebihnya dibuat ulang menggunakan material baru.
ADVERTISEMENT
Jadi jangan heran bila penampakan patung GWK yang baru memiliki tampilan yang agak berbeda, terutama dari segi warna dan corak. Warna hijau patung GWK terjadi karena proses aging yang dipercepat dengan cara menyemprot cairan asam di permukaan patung untuk mendapatkan tone warna gelap yang nantinya akan menyerupai patung GWK yang lama.
Garuda Wisnu Kencana 1
Garuda Wisnu Kencana dinobatkan sebagai patung tertinggi keempat di dunia. (Foto: Kartika Pamujiningtyas)
5. Patung tertinggi keempat di dunia
Patung GWK menempati urutan keempat sebagai patung tertinggi di dunia, berada tepat di bawah monumen Sardar Patel di India yang memiliki tinggi 182 meter. Meski hanya menempati posisi keempat, namun patung yang berada di Kuta Selatan ini berhasil dinobatkan sebagai patung terlebar di dunia dengan lebar 64 meter dihitung dari bentang sayap terluar patung garuda.
Patung Garuda di GWK
Saat berkunjung ke kawasan GWK Cultural Park, pengunjung akan disuguhi dengan bagian-bagian patung seperti setengah tubuh Dewa Wisnu dan patung kepala garuda. (Foto: Kartika Pamujiningtyas)
6. Seluruh permukaan patung dipahat menggunakan palu
ADVERTISEMENT
Bila dilihat secara lebih seksama, permukaan patung GWK yang lama dan baru memiliki tekstur yang berbeda-beda. Seperti bagian kepala garuda dan badan Dewa Wisnu yang berbentuk kotak dan trapesium, serta bentuk segitiga menyerupai pola berlian yang dipahat di permukaan patung Garuda Wisnu Kencana yang baru saja diresmikan.
Hebatnya, pola yang terdapat di permukaan patung dipahat secara manual menggunakan palu. Bahkan Nyoman Nuarta khusus mendatangkan seniman dari luar negeri untuk memahat beberapa bagian patung.
Bahannya sama, yang berbeda kalau diperhatikan, bedanya di potongannya polanya trapesium (yang lama), kalau yang di atas kotak dibentuk pakai palu. Yang baru polanya dibentuk segitiga dibentuk pakai palu.
Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
7. 2019 dibuka untuk umum
ADVERTISEMENT
Telah diresmikan sejak bulan September lalu, nyatanya hingga saat ini wisatawan hanya bisa mengamati kemegahan patung karya Nyoman Nuarta ini dari luar. Tapi jangan khawatir, pada tahun 2019 mendatang pengunjung sudah bisa menikmati keindahan bagian dalam patung megah ini. Sayangnya, Oktaviano Pratomo masih belum bisa memastikan kapan tanggal pasti pembukaannya dan apa saja yang akan dipamerkan di bagian dalam patung Dewa Wisnu tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan