Kumparan Logo

Menilik Slab City, Kota Unik di AS yang Menawarkan Kebebasan bagi Penduduknya

kumparanTRAVELverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kota Slab di California. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kota Slab di California. Foto: Shutterstock

Sebagai salah satu negara maju, Amerika Serikat punya banyak kota metropolitan yang modern. Walaupun dikenal sebagai negara maju, biaya hidup di AS yang tinggi membuat beberapa warganya masih merasa kesulitan.

Sehingga, sebagian orang memilih untuk pindah ke wilayah terpencil dengan biaya hidup yang lebih terjangkau. Bahkan, di California, AS, terdapat sebuah kota yang dihuni oleh para gelandangan, pensiunan, atau orang-orang yang tidak punya rumah tanpa tujuan. Kota tersebut ialah Slab City.

Kota Slab di California. Foto: Shutterstock

Dilansir berbagai sumber, berlokasi di sekitar Gurun Sonora, Slab City dihuni sekitar 150 penduduk. Tidak ada pajak, biaya sewa, maupun aturan di kota ini. Karenanya, kota ini sering kali disebut sebagai tempat terakhir di Amerika, di mana kebebasan bisa didapat dengan begitu mudah.

Slab City yang dibangun sekitar tahun 1960-an ini dulunya merupakan basis pelatihan tentara AS. Seiring berjalannya waktu, kota ini menjadi rumah bagi kaum hippi, orang-orang yang mengalami kesulitan finansial, hingga mereka yang ingin merasakan kebebasan.

Papan nama Slab City Foto: Shutter Stock

Tidak ada rumah-rumah penduduk permanen di Slab City seperti di kota pada umumnya. Para penduduk justru tinggal di dalam sebuah mobil van, rumah-rumah semi permanen, bahkan gubuk yang dibuat sedemikian rupa layaknya sebuah kamp.

Bicara soal fasilitas umum, kota ini pun terbilang minim. Tidak ada instalasi air, bahkan listrik.

Oleh sebab itu, para penduduk menggantungkan hidupnya dari fasilitas-fasilitas umum terdekat. Untuk air minum saja, mereka harus pergi ke kota terdekat seperti Niland, yang berada beberapa kilometer jauhnya.

embed from external kumparan

Sementara itu, untuk urusan listrik para penduduk mengandalkan tenaga surya, ataupun generator yang telah mereka siapkan sebelum pindah ke kota ini.

Jenis kejahatan yang paling umum adalah pencurian. Meski demikian, tidak ada laporan tentang kekerasan main hakim sendiri dalam menanggapi kejahatan, tetapi masyarakat akan menghindari orang-orang yang dicurigai melakukan pelanggaran.

Walau begitu, kepolisian dari kota setempat, yaitu Niland beberapa kali melakukan patroli di kota ini.

Kehidupan di Slab City juga terbilang cukup keras. Karena hidup tanpa aturan, kejahatan bisa saja terjadi di kota ini.

Van yang menjadi tempat tinggal penduduk di Slab City Foto: Shutter Stock

Mengutip Huffington Post, seorang fotografer bernama Teri Havens pernah mencoba tinggal di tempat ini. Havens mendeskripsikan kota ini sebagai taman bermain gurun dengan kebiasaan tak 'normal' sepanjang hari.

Selama tinggal berminggu-minggu di sebuah karavan kecil, Havens pun mengungkapkan bahwa di antara kebebasan yang kentara, tetap ada konflik dan udara panas yang terus mendera. Bagaimanapun kota ini tetap jadi satu 'wajah' AS yang mungkin belum banyak diketahui dunia.

Mobil yang menjadi tempat tinggal penduduk di Slab City Foto: Shutter Stock

Seni menjadi bagian penting dari kehidupan di Slab City. Salah satu atraksi paling populer di kota ini adalah Salvation Mountain, yaitu kumpulan batu berwarna-warni yang berbentuk menyerupai gunung dengan salip di bagian atasnya.

Karya seni ini merupakan coretan tangan dari salah satu penghuni kota Slab yang paling terkenal, yaitu Leonard Knight.

instagram embed

Salvation Mountain pun menjadi salah satu tempat wisata terpopuler bagi wisatawan.

Meski demikian, para penduduk Slab City kini menghadapi ancaman penggusuran. Sebab, pada tahun 2015, Pemerintah California berencana untuk membagi tanah di sekitar Slab City dan menjualnya ke perusahaan swasta.

Hal tersebut yang membuat penduduk Slab City khawatir dalam menjalani hari-harinya. Bahkan, tak sedikit di antara mereka yang menjuluki Slab City sebagai "the last free place in America" atau tempat bebas terakhir di Amerika.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.