Menpar Targetkan Kunjungan 1 Juta Wisman untuk KEK Tanjung Lesung

4 April 2019 14:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Menteri Pariwisata, Arief Yahya Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
zoom-in-whitePerbesar
com-Menteri Pariwisata, Arief Yahya Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu dari 10 Destinasi Bali Baru, Tanjung Lesung memang menyimpan beragam pesona yang mampu menarik minat wisatawan. Maka tak heran, saat ini Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung ditargetkan dapat menarik kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman).
ADVERTISEMENT
Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam konferensi pers Sosialisasi Jurnalisme Ramah Pariwisata, Senin (1/4) di Tanjung Lesung Beach Hotel, Banten.
"Kita harapkan 1 juta wisman, jadi kira-kira 1 miliar dolar Amerika yang kita tarik dari Tanjung Lesung," ujar Arief Yahya.
Tanjung Lesung Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Untuk mencapai target tersebut, Menpar meminta Presiden Joko Widodo agar dibuatkan jalan tol dari Serang ke Tanjung Lesung untuk memudahkan wisatawan yang ingin berwisata. Sebagai gantinya, ia menjanjikan akan mendatangkan devisa yang lebih banyak dari nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol tersebut.
"Saya minta ke Pak Presiden Jokowi, kalau bapak buat buatkan tol ke sini, maka saya akan janjikan devisa yang setara dengan 1 miliar dolar Amerika. Untuk pembangunan tolnya sendiri waktu itu sebesar Rp 7 triliun, sepanjang 83 km. Dan akhirnya disetujui oleh pak presiden," tambah Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Menpar juga mengungkapkan dengan adanya jalan tol Serang-Panimbang, otomatis akses wisatawan ke Tanjung Lesung akan lebih mudah dan dapat mempersingkat waktu perjalanan. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, wisatawan dari Jakarta sudah bisa liburan ke Tanjung Lesung. Selain itu, lokasi Banten yang dekat dengan Jakarta juga memiliki potensi yang besar untuk menarik wisatawan datang ke sana.
Konferensi pers sosialisasi jurnalisme ramah pariwisata. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
"Banten itu paling dekat dengan pasar utama, yaitu Jakarta dan sekitarnya. Jakarta itu penduduknya kira-kira ada 9 juta dan pendapatan perkapitanya kira-kira 15 ribu dolar Amerika. Purchasing powernya tinggi. Selain itu, jika target wisman tidak tercapai, kompensasinya adalah kunjungan wisatawan dalam negeri akan sangat banyak kalau ada tol di sini," jelas Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
Selain pembangunan jalan tol, Menpar juga mengharapkan adanya pembangunan bandara di Banten. Perlu diketahui, Banten memiliki sebuah bandara kecil, yaitu Bandara Salakanagara yang terdapat di kawasan Tanjung Lesung.
"Bandara ini kalau dapat dibangun, itu baik untuk pariwisata, tapi lebih banyak lagi untuk Banten. Dengan adanya bandara ini, tentunya akan lebih cepat untuk perkembangan Banten itu sendiri," tutur Arief Yahya.
Diusulkannya pembangunan bandara di Banten diharapkan akan memiliki pengaruh besar terhadap pariwisata, khususnya peningkatan perekonomian masyarakat.
"Bandara yang ada di sini sudah bisa didarati pesawat-pesawat kecil sejenis cessna dan lainnya. Tapi Kita harapkan bandara besar yang ada di sini, seperti bandara internasional, sehingga dengan kehadiran bandara itu dapat membuat Banten menjadi wisata kelas dunia," pungkas Arief.
ADVERTISEMENT