Menyambangi Megahnya Rumah Tjong A Fie di Medan

Memadukan gaya Melayu, Art Deco, dan China, Tjong A Fie Mansion atau yang lebih dikenal sebagai rumah Tjong A Fie telah sejak lama menjadi destinasi wisata, museum, serta cagar budaya di Medan. Bangunan ini menyimpan beragam cerita, tak hanya tentang Tjong A Fie saja, tetapi juga perkembangan Kota Medan.
Tjong A Fie merantau ke Medan mengikuti sang kakak ketika ia masih berusia 18 tahun. Ia memulai kariernya sebagai pekerja di kebun milik Kesultanan Deli. Namun karena giat bekerja, ia kemudian menjadi orang yang dipercaya dan perlahan-lahan membangun perkebunannya sendiri sehingga jadi 'orang besar'.
Rumah Tjong A Fie memiliki dua lantai dengan jumlah kamar mencapai 35 ruangan. Dibangun pada tahun 1895, Rumah Tjong A Fie selesai pada tahun 1900. Bangunan ini berdiri di atas area seluas 8 ribu meter persegi.
Rumah ini ia bangun untuk istri tercintanya dan kemudian dihuni bersama dengan keluarganya. Namun seiring waktu, satu demi satu anak dan cucu Tjong A Fie tak lagi menempati rumah tersebut. Meskipun beberapa bagian rumah masih ditempati oleh keturunannya. Dan tentunya ruangan tersebut tak bisa kamu sambangi karena bukan termasuk bagian dari museum.
Tjong A Fie bukan hanya dikenal sebagai konglomerat yang dermawan. Ia juga akrab dengan berbagai pemimpin di Medan yang berasal dari berbagai latar belakang.
Untuk menghormati setiap tamunya, ia bahkan membuat ruang tamu khusus. Ada ruang tamu bergaya melayu bagi tamu-tamu pribumi terutama yang datang dari Kesultanan Deli. Ada ruang tamu bergaya China dan ada pula ruang tamu bergaya Eropa untuk menjamu tamu-tamu kolonial.
Kediaman Tjong A Fie di Medan tersebut menyimpan beragam kenangan pribadi beliau. Berkunjung ke tempat ini akan seakan membawamu balik ke tahun 1900-an.
Kamu tak hanya bisa melihat sendiri kasur dan pispot yang ia gunakan semasa hidup. Tetapi juga pakaian-pakaian sang istri yang dipajang dengan apik di dalam kamar.
Di dalam rumah Tjong A Fie, kamu akan menemukan sebuah ruangan yang berisi peralatan makan, salah satunya yang berasal dari keramik. Peralatan makan ini ditata dengan rapi di atas meja, seakan menjadi jamuan penyambut bagi setiap pengunjung yang datang.
Sepanjang mata memandang, kamu akan menemukan beragam foto, lukisan dan berbagai peninggalan Tjong A Fie lainnya yang memperlihatkan keluarga sang konglomerat saat berada di Medan. Kamu juga bisa melihat langsung foto-foto masa lampau Kota Medan saat kota itu belum jadi semaju sekarang.
Sebagai seorang pebisnis, Tjong A Fie tentu saja membutuhkan waktu khusus untuk mengecek keuangan dan bisnisnya. Di sebuah meja khusus dalam rumahnya, kamu bisa menemukan buku, sempoa, dan juga teko teh untuk menemani kesehariannya.
Tjong A Fie dikenal rajin memberi kaum tak punya dan juga membantu orang-orang sekitar ketika hendak membangun rumah ibadah maupun infrastruktur kota.
Rumah Tjong A Fie dibuka untuk umum sejak tahun 2009. Kamu yang ingin berkunjung cukup merogoh kocek sekitar Rp 35 ribu per orang. Bagi para pelajar, tiket masuk rumah Tjong A Fie hanya dibanderol sekitar Rp 20 ribu saja per orang.
Uang tersebut digunakan untuk membiayai perawatan dan pemeliharaan rumah Tjong A Fie. Gimana, kamu tertarik menyambangi destinasi ini saat melancong ke Medan?
