Menyusuri Uniknya Kawasan Asakusa dengan Jinrikisha, Becak Tradisional Jepang

27 Januari 2023 10:41
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Potret suasana Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Potret suasana Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Jepang punya becak (rickshaw) unik bernama Jinrikisha. Cara kerja becak ini berbeda dengan becak-becak yang ada di Indonesia atau negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Agar jalan, Jinrikisha harus ditarik oleh manusia --secara langsung, tanpa menggunakan mesin. Keberadaan becak unik ini sudah langka di Jepang, kalian hanya bisa menemukannya di kawasan wisata seperti Asakusa.
Ilustrasi Jinrikisha di Asakusa, Tokyo, Jepang. Foto: Napat Photography/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jinrikisha di Asakusa, Tokyo, Jepang. Foto: Napat Photography/Shutterstock
Asakusa adalah kota di Distrik Taito, Tokyo, yang telah berkembang maju, tapi masih meninggalkan sejarah, seni, dan budaya Shitamachi (pinggiran pusat kota besar).
Banyak penyedia tour Jinrikisha di Asakusa, khususnya pada area Kaminarimon Gate. Mereka menawarkan paket wisata mengelilingi kawasan Asakusa, mulai dari Kuil Sensoji, kawasan restoran-restoran sushi, hingga melihat Tokyo Skytree.
Menikmati Jinrikisha, becak tradisional Jepang. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menikmati Jinrikisha, becak tradisional Jepang. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Wisatawan pun bisa memilih durasi tour Jinrikisha, mulai dari 10 menit hingga 1 jam. Harganya pun bervariatif; 4.000 yen atau Rp 460 ribu untuk 10 menit, 9.000 yen atau Rp 1 juta untuk 30 menit, hingga 16.000 yen atau Rp 1,8 juta untuk 1 jam.
Selama tour, para tukang becak akan menjadi pemandu wisata, menjelaskan setiap sudut kawasan Asakusa. Buat kalian yang suka berfoto, para tukang becak akan membawamu ke tempat-tempat yang aesthetic, lho.
Pemandangan Tokyo Skytree yang bisa dinikmati saat tour Jinrikisha. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Tokyo Skytree yang bisa dinikmati saat tour Jinrikisha. Foto: Dok. Pribadi
Salah satu pemandangan unik yang bisa dilihat selama tour Jinrikisha adalah melihat sakura yang mekar saat musim dingin, hingga pemandangan Tokyo Skytree.
Jinrikisha ditemukan pada 1869 dan mulai beroperasi secara komersial di wilayah Nihonbashi, Tokyo, pada 1870. Saat itu, Jinrikisha adalah alat transportasi yang relatif murah dan populer.
Bunga sakura yang mekar saat musim dingin di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bunga sakura yang mekar saat musim dingin di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Jinrikisha bisa menjadi atraksi yang harus kalian coba saat mengunjungi Asakusa. Kei Inoue, salah seorang sopir Jinrikisha, menjelaskan banyak wisatawan yang penasaran dengan becak ini.
"Dalam satu hari, satu sopir becak (bisa membawa) 5-10 penumpang," ujarnya, saat kumparan datang ke Asakusa baru-baru ini.
Setelah puas mengelilingi Asakusa, penumpang akan kembali dibawa ke tempat semula.

Spot wisata di Asakusa

Spot wisata di Asakusa tak hanya tour Jinrikisha, ada beberapa spot wisata menarik lainnya. Apa saja?
1. Kaminarimon Gate
Kaminarimon Gate, Asakusa, Tokyo. Foto: TK Kurikawa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kaminarimon Gate, Asakusa, Tokyo. Foto: TK Kurikawa/Shutterstock
Kaminarimon Gate adalah spot pertama yang bakal menyambut kalian setibanya di kawasan wisata Asakusa. Gerbang merah nan megah ini juga dikenal sebagai Thunder Gate.
Yang bikin unik, ada lampion raksasa pada bagian tengah Kaminarimon Gate. Biasanya, lampion ini menjadi objek selfie para wisatawan, sehingga spot ini cukup padat dikunjungi.
2. Deretan Toko Suvenir
Toko suvenir di Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Thiti Sukapan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Toko suvenir di Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Thiti Sukapan/Shutterstock
Usai puas menikmati Kaminarimon Gate, kalian akan disambut deretan toko-toko suvenir yang lokasinya di jalan kecil menuju Kuil Sensoji.
Masing-masing toko menjajakan berbagai oleh-oleh menarik, mulai dari mochi dan berbagai kue khas Jepang lainnya, sumpit, gantungan kunci, magnet, topeng, bahkan kimono. Tak ada salahnya sekadar melihat-melihat, jika ada yang menarik bisa langsung membeli.
3. Kuil Sensoji
Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Kuil Sensoji bisa dibilang menjadi "gong" dari wisata di kawasan Asakusa. Kuil Buddha yang dibangun pada 645 Masehi ini menjadi kuil tertua di Jepang.
Spot wisata ini populer di kalangan wisatawan domestik hingga mancanegara. Bahkan, anak-anak sekolah Jepang juga sering mengunjungi kuil ini untuk berdoa.
Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Uniknya, ada tempat untuk menghirup asap dupa yang dipercaya bisa membuat pintar, tertarik mencobanya? Kalian juga bisa melihat prosesi ibadah di Kuil Sensoji, termasuk masuk ke dalam kuil, namun dilarang untuk memotret, ya.
Jika ingin menikmati suasana yang cukup tenang, sebaiknya kalian datang lebih pagi.
Jadi, siap jalan-jalan lagi ke Jepang?