Kumparan Logo

Mimpi Penari Muda Melestarikan Tari Banyuwangi

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)

Nur Rizki Mardiansyah (17), pelajar di salah satu SMK di Banyuwangi, dengan lihai menggerakan badannya untuk menghibur para pengunjung yang datang ke Desa Kemiren untuk menyaksikan pertunjukan tari Jaran Goyang.

Tari ini menampilkan gerakan yang menggambarkan kisah sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Awalnya sang wanita tidak menyukai pasangannya, tapi karena pasangannya mengunakan pelet Jaran Goyang (aji-aji), maka wanita tersebut malah berbalik mengejar pasangannya. Akhir cerita, keduanya bisa bersatu.

Rizki memerankan sosok pria yang menggunakan aji-aji tersebut. Gerakan dan ekspresi wajahnya mampu memukau penonton yang melihat penampilannya tersebut.

Kepada kumparan, ia menceritakan awal belajar tari dimulai sejak umur 7 tahun. Saat itulah dia mulai belajar untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya lewat sebuah gerakan.

Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)

"Saya dari umur 7 tahun belajar tari. Tari itu seni yang unik. Awalnya, saat saya dalam kondisi tertentu, saya berpikir gimana caranya untuk menghilangkan hal-hal atau perasaan yang menggangu saya. Hingga saya tahu, lewat tari semua bisa dihilangkan," tuturnya usai pertunjukan tari pada Selasa (29/8).

Sejak itu pula dia mulai menekuni bidang tari tersebut dengan bersungguh-sungguh meski pada awalnya sempat mengalami kesulitan dalam menggerakan tangan hingga kakinya.

"Awalnya saya kaku. Pas masuk untuk belajar tari, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakan selihai ini. Tapi setelah latihan-latihan terus akhirnya saya bisa," ujar pemuda asli Desa Kemiren ini.

Setelah 10 tahun berlangsung, pepatah hasil tak akan mengkhianati usaha betul-betul dialaminya. Sekarang untuk menampilkan tarian Jaran Goyang dan tari lainnya dia sangat profesional dalam menghibur penonton yang ada. Bahkan, prestasi pun diperolehnya dengan memenangi berbagai perlombaan tari yang ada.

Rizki sekarang telah bergabung ke dalam Sanggar Sapu Jagat. Menjadi bagian sanggar tari yang sangat terkenal di Banyuwangi tentu bukan perkara mudah. Bukan hanya pentas di Banyuwangi, sanggar tari ini terkenal di nasional bahkan sering tampil di luar negeri.

Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)

"Akhirnya saya menjadi bagian dari Sanggar Sapu Jagat. Sanggar ini bukan sanggar biasa. Banyak prestasi di sini dan biasanya masyarakat pada percaya dengan sanggar ini untuk pementasan seni tari yang ada," ceritany dengan sumringah.

Hobi yang berbuah manis itu tidak disia-siakan oleh Rizki. Ia memiliki impian untuk bisa membentuk sanggar sendiri di masa depan dan menjadi tokoh yang berperan dalam melestarikan kebudayaan, tarian khususnya, yang ada di Indonesia terlebih Banyuwangi.

"Saya bisa menjadi guru tari dan bahkan juga bisa buka sanggar tari sendiri serta bisa jadi seorang tokoh yang mengenalkan tari di masa depan. Itu mimpi besar saya," jelasnya dengan percaya diri.