Mulai 1 Mei 2019, Turis Akan Dikenakan Pajak Masuk ke Venesia

29 April 2019 16:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemandangan kota Venesia dari menara lonceng di alun-alun St Mark. Foto: Reuters/Guglielmo Mangiapane
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan kota Venesia dari menara lonceng di alun-alun St Mark. Foto: Reuters/Guglielmo Mangiapane
ADVERTISEMENT
Mulai 1 Mei 2019, Pemerintah Venesia akan mulai menerapkan pajak bagi turis yang ingin berkunjung ke sana. Kebijakan ini sengaja diterapkan karena mulai banyaknya sampah yang ada di Venesia.
ADVERTISEMENT
Sekarang ini, banyak 'turis harian', yang masuk ke Venesia pagi hari dan keluar saat sore hari. Kebiasaan turis yang berkunjung ke Venesia yang hanya minum kopi dan beli air mineral, membuat sampah di sana semakin banyak, kemudian akhirnya menjadi beban.
Hal inilah yang akhirnya membuat Pemerintah Venesia menerapkan pajak untuk turis sebesar 3 euro atau sekitar Rp 48 ribu per orang.
“Masalahnya terutama turis harian. Terlalu banyak turis datang ke Venesia pagi hari kemudian keluar lagi sebelum waktu makan malam. Mereka tak banyak mengeluarkan uang, cuma minum kopi dan air botolan, tapi meninggalkan sampah. Turis-turis semacam ini malah jadi beban biaya,” ujar Jan van der Borg, dosen ekonomi pariwisata pada Universitas Venesia sekaligus penasehat kotapraja Venesia di Algemeen Dagblad, seperti dikutip kumparan Den Haag, Senin (29/4).
Pemandangan lapangan St.Marks dari menara lonceng di alun-alun St Mark, Venesia. Foto: Reuters/Guglielmo Mangiapane
Pada tahun 2017 saja, Venesia dikunjungi 28 juta turis dan menurut pemerintah jumlah ini terlalu banyak. Sebagian besar turis tersebut menginap di camping di luar Kota Venesia dan mereka hanya mengunjungi daerah ini dalam waktu sehari. Ada pula turis dari kapal pesiar yang singgah sebentar di Venesia.
ADVERTISEMENT
Pemerintah kotapraja Venesia akan memungut kontribusi pajak dari turis-turis semacam ini untuk membiayai kebersihan kota Venesia dan pemeliharaan monumen-monumen di kota tersebut.
Tahun ini pungutan untuk masuk ke Venesia ditetapkan sebesar 3 euro per orang dan mulai 2020 akan diberlakukan pajak diferensiasi. Pada hari-hari kurang ramai, turis akan dikenakan pajak sebesar 6 euro atau sekitar Rp 96 ribu per orang. Namun, pada hari-hari ramai misalnya ada festival, maka pajaknya naik menjadi 10 euro atau sekitar Rp 160 ribu per orang.
Pemandangan basilika St Mark dan Doge's Palace dari menara lonceng. Foto: Reuters/Guglielmo Mangiapane
Hal lain, jutaan pengunjung per tahun untuk kota dengan luas cuma 415 kilometer persegi dirasa telah mengganggu kenyamanan warga setempat. Akibatnya, setiap tahun sekitar 1.000 warga pindah meninggalkan Venesia.
ADVERTISEMENT
Karena warga berkurang drastis, maka efek dominonya ikut hilang pula. Toko daging, toko sayur dan buah-buahan, serta toko roti, berganti menjadi hotel, restoran, dan toko cenderamata. Untuk mencegah kota Venesia kosong ditinggalkan warganya, maka pemerintah setempat memutuskan untuk meredam arus turis dengan memberlakukan pajak.
Berdasarkan penelitian pemerintah kotapraja, Venesia hanya mampu menampung 50 ribu turis per hari, tetapi saat ini dikunjungi rata-rata 77 ribu turis per hari. Airbnb melaporkan bahwa Venesia adalah kota paling banyak dibanjiri turis sejagad dan UNESCO telah menempatkan kota ini dalam daftar warisan budaya yang terancam, jika tidak dilakukan perubahan.