Kumparan Logo

Infografik: Nostalgia Bersama Cublak-cublak Suweng

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nostalgia Bersama Cublak-cublak Suweng (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nostalgia Bersama Cublak-cublak Suweng (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)

Cublak-cublak suweng. Suwenge teng geleter..

Lagu dolanan di atas pasti familiar bagi telinga sebagian orang. Ya, lagu itu dinyanyikan dalam permainan Cublak-cublak Suweng yang mengakar di tanah Jawa. Anak-anak biasanya memainkannya di sore hari, sepulang sekolah.

Namun itu dulu, sebelum anak-anak sibuk bermain video games di smartphone seperti sekarang. Sebelum mereka sibuk dengan layar kotak bercahaya yang dimiliki semua orang, bahkan anak-anak usia sekolah dasar. Sebelum makin dilupakan, yuk bernostalgia bersama Cublak-cublak Suweng!

Permainan itu biasanya dimulai dengan hompimpa untuk menentukan yang berperan menjadi Pak Empo. Pak Empo akan duduk telungkup di tengah.

Kemudian pemain yang lain akan menyanyikan Cublak-cublak Suweng sambil menggilir kerikil di atas punggung Pak Empo. Setelah lagu selesai, Pak Empo diminta menebak siapa yang terakhir menggenggam kerikil.

Ternyata lagu Cublak-cublak Suweng memiliki makna yang mendalam. Mau tahu makna dan sejarahnya? Yuk, simak infografik berikut!

Nostalgia Bersama Cublak-cublak Suweng (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nostalgia Bersama Cublak-cublak Suweng (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)