Pemindaian 3D Candi Prambanan Program Kedai Reka Wujudkan Pariwisata Digital
·waktu baca 2 menit

Situs warisan dunia UNESCO, Candi Prambanan, yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah menyimpan cerita menakjubkan, termasuk struktur bangunan hingga artefak.
Proses pelestarian Candi Borobudur pun terus dilakukan berbagai pihak. Untuk mendukung upaya pelestarian situs bersejarah, PT Sonar Nusantara Utama (PT SNU), penyedia solusi geospasial, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam proyek pemindaian 3D untuk Candi Prambanan.
Proyek ini terwujud melalui program Kedai Reka, sebuah inisiatif dari Kemendikbudristek yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan.
Program Kedai Reka menyediakan platform berharga bagi PT SNU dan UGM untuk menggabungkan keahlian dan sumber daya mereka dalam melestarikan dan mendokumentasikan Candi Prambanan.
Proyek pemindaian 3D ini akan di suguhkan dalam publikasi "Pemodelan 3D Candi Prambanan Level of Detail 4 dengan Pengukuran Akurasi Tinggi untuk Mengembangkan Pariwisata Digital.
Dengan menggunakan teknologi RTC360 dari Leica Geosystems, dapat menciptakan replika digital beresolusi tinggi dari kompleks candi, menangkap detail rumit, dan memberikan wawasan berharga tentang integritas strukturalnya.
"Kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari proyek Kedai Reka ini dan berkontribusi keahlian kami dalam pelestarian Candi Prambanan," kata CEO PT Sonar Nusantara Utama Esha Etlin Saratoga.
"Data pemindaian 3D akan sangat berharga untuk penelitian, konservasi, dan pendidikan, memastikan bahwa harta karun budaya ini dapat diapresiasi oleh generasi mendatang," imbuhnya.
Sebagai bagian dari kolaborasi Kedai Reka, PT Sonar Nusantara Utama membantu memfasilitasi dengan beragam peralatan teknologi terkemuka kepada UGM, termasuk Pemindai Laser Terrestrial (TLS) model RTC 360 dari Leica Geosystems dan sistem GPS.
Alat-alat ini akan memungkinkan para peneliti UGM untuk melakukan pemindaian 3D Candi Prambanan secara komprehensif, menangkap detail rumitnya dan memberikan data berharga untuk analisis dan upaya pelestarian.
"Program Kedai Reka berperan penting dalam memfasilitasi kolaborasi antara PT Sonar Nusantara Utama dan UGM ini. Penekanan program pada pertukaran pengetahuan dan inovasi telah menciptakan lingkungan yang ideal bagi kami untuk bekerja sama dan mencapai tujuan bersama," terang Esha.
Sementara pihak UGM akan memberikan dukungan akademis dan keahlian untuk proyek ini, memastikan proses pemindaian 3D dilakukan dengan sangat teliti dan presisi.
"Kolaborasi antara PT SNU dan UGM melalui program Kedaireka menunjukkan komitmen kami untuk menggunakan teknologi untuk kemajuan pengetahuan dan pelestarian warisan budaya kita," kata Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng.,
Proyek pemindaian 3D diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu, dan data yang dihasilkan akan tersedia untuk para peneliti, konservator, dan publik.
