Kumparan Logo

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara pada 1 Januari hingga 2 April 2025

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan penutupan sementara pendakian ke Gunung Rinjani.

Kepala Balai TNGR, Yarman, mengatakan penutupan pendakian itu dilakukan pada 1 Januari hingga 2 April 2025 mendatang.

"Semua jalur pendakian menuju kawasan Gunung Rinjani ditutup mulai Januari hingga April 2025 mendatang," kata Yarman seperti dikutip Antara pada Selasa (24/12).

Alasan penutupan Gunung Rinjani, dikatakan Yarman adalah demi menjaga keselamatan pengunjung dan pendaki. Sebab, menurutnya peralihan menuju musim hujan sering kali membawa potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman banjir dan tanah longsor pada puncak musim hujan 2025.

Gunung Rinjani. Foto: Shutter stock

Selain itu, penutupan rutin setiap awal tahun ini juga menjadi bentuk cinta kepada alam, memberi waktu bagi Gunung Rinjani untuk memulihkan diri dan melindungi para pecinta gunung dari risiko tak terduga.

"Di setiap perjalanan menuju keindahan, ada saatnya kami memberi ruang bagi alam untuk bernapas. Demi pemulihan ekosistem dan keselamatan bersama," imbuh dia.

Penutupan Gunung Rinjani

Pihaknya mengajak semua masyarakat atau para pecinta alam untuk menyiapkan langkah baru untuk menyambut Gunung Rinjani yang lebih lestari.

Nikmati waktu tersebut untuk merencanakan perjalanan mendatang dengan lebih matang, sembari mengunjungi destinasi wisata alam non-pendakian yang masih tetap dibuka di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock

"Hingga waktu itu tiba, mari biarkan Gunung Rinjani merajut kembali harmoni alamnya," kata Yarman.

Adapun jalur pendakian yang ditutup di antaranya jalur pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara dan Jalur pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara. Kemudian jalur pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu jalur pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

"Pendakian terakhir dilakukan pada akhir bulan Desember 2024," pungkasnya.