Kumparan Logo

Peneliti Temukan Desa yang Lebih Tua dari Piramida Giza di Mesir

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Piramida, Giza, Mesir (Foto: dok : Pixels)
zoom-in-whitePerbesar
Piramida, Giza, Mesir (Foto: dok : Pixels)

Para peneliti di Mesir baru-baru ini menemukan sebuah desa 'baru'. Desa yang baru ditemukan tersebut berlokasi di delta Sungai Nil, sungai terpanjang sekaligus ternama yang berada di Negeri Firaun.

Dilansir Travel and Leisure, Antique Ministry yang berasal dari Mesir mengungkapkan, bahwa desa baru itu berasal dari masa Neolitikum atau zaman batu baru. Belum diberi nama, desa tersebut merupakan desa kuno yang berasal dari tahun 5.000 SM. Sekitar 2.500 tahun sebelum Piramida Giza dibangun untuk dijadikan sebagai tempat penguburan para Firaun.

Tim arkeolog Mesir dan Prancis yang mengepalai ekskavasi di Tell al-Samara, di provinsi utara Mesir menemukan gudang penyimpanan berisi barang langka. Barang-barang tersebut seperti tulang belulang hewan dan sisa tanaman yang berasal dari ribuan tahun lalu.

Selain tulang belulang dan sisa tanaman, para peneliti juga menemukan tembikar dan batu yang biasa digunakan untuk bertani pada zamannya. Melalui penemuan tembikar dan batu dalam desa kuno Mesir, para peneliti dapat menunjukkan teknik pertanian yang digunakan masyarakat untuk mengolah lahan.

Pejabat Antique Ministery mengatakan, bahwa ilmuwan akan menggunakan bahan organik yang baru ditemukan dari desa kuno untuk mempelajari cara komunitas masa prasejarah dapat bertahan hidup.

Tak hanya itu, penemuan desa kuno di delta Sungai Nil membantu peneliti untuk mendapat informasi baru terkait cara manusia prasejarah dalam mengolah tanah basah pada masa 5 SM. Hal ini sekaligus menemukan asal usul pertanian yang dilakukan di penjuru Mesir.

Menarik, kan? Kamu tertarik juga dengan sejarah Mesir?